Breaking News:

Berita Bali

Tidak Mudah Lakukan Deradikalisasi, Kepala BNPT Hadiri Peringatan Bom Bali I di Ground Zero Badung

Tepat 19 tahun silam atau pada 12 Oktober 2021 terjadi ledakan bom di Sari Club yang berada di Jalan Legian, Kuta, Badung.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana puncak peringatan peristiwa bom Bali I yang digelar BNPT ditandai dengan doa bersama dan tabur bunga - Tidak Mudah Lakukan Deradikalisasi, Kepala BNPT Hadiri Peringatan Bom Bali I di Ground Zero Badung 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tepat 19 tahun silam atau pada 12 Oktober 2021 terjadi ledakan bom di Sari Club yang berada di Jalan Legian, Kuta, Badung.

Untuk memperingatinya, silih berganti penyintas (korban selamat dan luka-luka) memberikan karangan bunga, serta berdoa untuk korban meninggal dalam tragedi bom Bali I tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama LPSK atau Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menggelar peringatan peristiwa bom Bali, Selasa malam.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo serta keluarga korban dan penyintas hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Hadiri Peringatan Bom Bali I di Kuta, Kepala BNPT Ungkap Deradikalisasi Tak Semudah yang Dibayangkan

Rangkaian kegiatan yang diisi dengan pembacaan puisi, testimoni oleh perwakilan penyintas dan sambutan dari Kepala BNPT serta Ketua LPSK.

"Kita melaksanakan peringatan peristiwa tragedi kejahatan terorisme di lokasi ini yang terjadi 19 tahun lalu. Kita tahu bahwa banyak sekali korban lebih dari 200 korban meninggal dunia, ratusan luka berat dan ringan," ujar Komjen Boy Rafli.

Ia menambahkan, pihaknya bersama LPSK dan UNODC sangat concern dengan program kontra terorisme dan mereka banyak mendukung program-program kita.

Intinya momen yang kita hadiri saat ini adalah untuk mengingatkan kita semua bahwa kejahatan terorisme sebagai kejahatan yang extra ordinary, kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan adalah peristiwa yang tentu diharapkan tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

"Oleh karenanya narasi-narasi yang kita bangun adalah bagaimana kota bersama-sama bergandeng tangan, bersama-sama bekerja dan berkolaborasi. Segala potensi ancaman yang ada berkaitan benih-benih lahirnya kejahatan terorisme harus kita upayakan agar dapat kita antisipasi," imbuhnya.

Ada program mitigasi yang perlu kita lakukan bersama-sama antara unsur kementerian dan lembaga, pemerintah dengan masyarakat serta tokoh-tokoh bagaimana kita semua menjadikan peristiwa, kekerasan yang terjadi di masa lalu ini adalah modal bagi kita semua untuk membangun ke depan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved