Breaking News:

Berita Bali

35 Hotel Karantina Bagi Wisman Boleh Terima Tamu Lain Jika Memenuhi Beberapa Hal Ini

35 hotel yang kita jadikan tempat karantina itu sebelumnya sudah diverifikasi, dan persyaratannya sangat ketat sekali antara lain adalah aksesibilitas

Gambar oleh Martin Eklund dari Pixabay
Foto Ilustrasi Hotel Bintang 4 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan 35 hotel untuk karantina mandiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau dewata, dan semua hotel tersebut telah diverifikasi.

"35 hotel yang kita jadikan tempat karantina itu sebelumnya sudah diverifikasi, dan persyaratannya sangat ketat sekali antara lain adalah aksesibilitas tempat atau kamar yang akan digunakan untuk karantina.

Kemudian kerjasama dengan Rumah Sakit, dan ini menjadi persyaratan yang harus dipenuhi selain sudah tersertifikasi CHSE dari Kemenparekraf," jelas Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, Kamis (14 Oktober 2021) pada konferensi pers di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Lalu apakah 35 hotel tersebut menerima tamu regular atau di luar wisman yang datang? Cok Ace mengatakan itu tergantung dari kondisi hotel tersebut.

Baca juga: Pariwisata Internasional Dibuka, Sejumlah Pedagang Kembali Berjualan di Pantai Petitenget Badung

"Kalau hotel tersebut tidak memungkinkan secara fisik bangunannya untuk menjadikan satu dengan regular dan karantina, kita harapkan untuk fokus terhadap karantina saja," ujarnya.

Tetapi banyak hotel-hotel dalam daftar itu memiliki dua wings atau dua unit bangunan, dan itu masih memungkinkan menerima tamu regular.

Apalagi yang model cottage atau villa-villa masih memungkinkan menerima tamu regular terutama aksesibilitasnya tidak terjadi tabrakan atau pertemuan antara yang regular dan karantina.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan apa yang disampaikan Wagub, misalnya Bali Beach bangunan atau building nya kan ada beberapa terdiri dari tower dan villa itu terpisah.

Jadi bisa menentukan mana bangunan untuk yang karantina dan mana untuk wisatawan regular, atau jika misalkan satu building terdiri dari beberapa lantai manajemen bisa mengatur lantai mana yang karantina dan lantai mana yang digunakan untuk wisatawan regular.

"Jadi tidak nyampur dalam satu lantai atau dalam satu gedung dan itu bisa dikelola oleh pihak hotel. Mereka sudah paham," tambah Wayan Koster.

Cok Ace menuturkan untuk harga ditentukan oleh hotel itu sendiri menyesuaikan bintang nya, kemudian harga tersebut tentu ditambahkan untuk asuransi dan lain sebagainya.

Sebelumnya, sejumlah hotel yang masuk dalam 35 hotel karantina mandiri bagi wisatawan mancanegara mempertanyakan dapatkah menerima tamu di luar wisman.

Dan saat itu regulasi atau kebijakan mengenai hal tersebut belum ditentukan dan manajemen hotel bingung apakah tetap menerima tamu lain atau tidak.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved