Breaking News:

Korea Utara

Anak-anak dan Lansia di Korea Utara Terancam Kelaparan

Dalam laporannya kepada Majelis Umum PBB, Ojea Quintana mengatakan sektor pertanian Korea Utara menghadapi banyak tantangan.

Editor: DionDBPutra
AFP/STR/KCNA VIA KNS
Foto diambil pada 11 Oktober 2021 dan dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) 12 Oktober 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) menyalami pilot seusai demonstrasi penerbangan di Pyongyang. Krisis pangan kini makin parah melanda Korea Utara. 

TRIBUN-BALI.COM, JENEWA - Penyelidik PBB melaporkan, krisis pangan semakin parah di Korea Utara yang warganya hidup di bawah pembatasan pandemi Covid-19 yang ketat.

Penyelidik PBB Tomas Ojea Quintana dalam sebuah laporan yang dirilis Rabu 13 Oktober 2021 menyebutkan, anak-anak dan lansia di Korea Utara paling rentan mengalami kelaparan.

Dalam laporannya kepada Majelis Umum PBB, Ojea Quintana mengatakan sektor pertanian Korea Utara menghadapi banyak tantangan.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Antipesawat yang Baru

Baca juga: Kim Jong Un Promosikan Adik Perempuannya Tempati Pos Tertinggi Pemerintahan Korea Utara

Krisis pangan itu disebabkan oleh penurunan impor pupuk dan barang-barang pertanian lainnya dari negara tetangga China, dampak sanksi PBB dan internasional yang berasal dari nuklirnya. program, dan wabah demam babi Afrika.

Ojea Quintana mengatakan langkah-langkah pandemi yang berkepanjangan dan ketat sejak Januari 2020 telah mengakibatkan kesulitan ekonomi yang parah dan peningkatan kerentanan terhadap pelanggaran hak asasi manusia.

Langkah-langkah pembatasan pandemi Covid-19 Korea Utara termasuk penutupan perbatasan skala penuh, pembatasan perjalanan antara kota dan wilayah, dan pembatasan impor pasokan yang tidak penting termasuk barang-barang kemanusiaan.

Sebelum pandemi Covid-19, pengacara Argentina itu mengatakan, lebih dari 40 persen warga Korea Utara kekurangan pangan.

Banyak warga negara yang dipimpin Kim Jong Un itu menderita kekurangan gizi dan pertumbuhan terhambat.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, jumlah itu kini semakin meningkat, mengingat kenaikan harga beras dan jagung di berbagai daerah pada Juni dan tindakan darurat pemerintahnya.

Pada Senin 11 Oktober 2021, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendesak para pejabat untuk mengatasi situasi suram dan "kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya" di negara itu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved