Breaking News:

Berita Klungkung

Dugaan Korupsi di LPD Desa Adat Ped, Penyidik Kejari Klungkung Temukan Kredit Topengan Rp 2,5 Miliar

Penyidik menemukan indikasi "kredit topengan" dan penyimpangan anggaran dalam beberapa kegiatan di LPD Ped.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
Kejaksaan Negeri Klungkung melakukan penggeledahan ke Kantor LPD Ped, Nusa Penida, Rabu (7/4/2021) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung menetapkan dua orang tersangka, dalam kasus dugaan korupsi di LPD (Lembaga Perkreditan Desa) di Desa Adat Ped, Nusa Penida, Kamis (14/10/2021).

Penyidik menemukan indikasi "kredit topengan" dan penyimpangan anggaran dalam beberapa kegiatan di LPD Ped.

" Setelah kami melakukan ekspose bersama dan menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi di LPD Desa Adat Ped," ujar Kajari Klungkung Shirley Manutede saat ditemui di ruangannya, Kamis (14/10/2021).

Kedua tersangka tersebut yakni Ketua LPD Ped berinisial IMS, dan bagian kredit di LPD Ped berinisial, IMS.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi di LPD Desa Adat Ped, Kejari Klungkung Tetapkan 2 Tersangka

Keduanya terbukti melakukan penyimpangan anggaran di LPD Ped dengan estimasi kerugian sekitar Rp 5 miliar.

IMS merupakan tersangka utama, dan dalam aksinya melalukan penyimpangan anggaran di LPD Ped.

Ia dibantu oleh IMS yang merupakan pegawainya.

" Kami sudah melakukan perhitungan internal dan kerugian negara dari kasus ini kami estimasikan sekitar Rp 5 miliar.

Untuk kepastian kerugian negaranya, kami juga masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Inspektorat," ujarnya.

Kasi Pidsus Kejari Klungkung, Bintarno menjelaskan, adapun beberapa hal yang didalami dalam perkara itu, antara lain adanya kredit macet senilai sekitar Rp 2,5 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved