Breaking News:

Berita Gianyar

Warga Tak Melawan Secara Fisik, Pembongkaran Bangunan Pakudui Kangin di Tanah Desa Adat Pekudui

krama Desa Adat Pakudui merobohkan bangunan milik krama Tempekan Pakudui Kangin yang berdiri di lahan sengketa

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Masyarakat Pakudui Kangin, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, berkumpul di depan rumah saat bangunan mereka di lahan Desa Adat Pakudui dirobohkan, Rabu 13 Oktober 2021 - Warga Tak Melawan Secara Fisik, Pembongkaran Bangunan Pakudui Kangin di Tanah Desa Adat Pekudui 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam rangka melakukan penataan wilayah, krama Desa Adat Pakudui, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, merobohkan bangunan milik krama Tempekan Pakudui Kangin yang berdiri di lahan sengketa yang dimenangkan Desa Adat Pakudui di pengadilan, Rabu 13 Oktober 2021.

Penataan kawasan ini berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA).

Pantauan di lapangan, situasi perobohan bangunan berjalan kondusif.

Bangunan yang diratakan menggunakan buldoser, linggis dan hanya didorong menggunakan tangan ini ada 13 unit.

Baca juga: Bangunannya Dirobohkan, Krama Pakudui Kangin Gianyar Tegaskan Tak Lakukan Perlawanan Fisik

Sebagian besar merupakan ruko ukuran sekitar 4x6 meter, yang sebelumnya digunakan krama Pakudui Kangin untuk mencari nafkah.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, sebelum terjadinya perobohan bangunan ini, persoalan bermula pada belasan tahun silam. Saat itu pihak Pakudui Kangin tidak mengakui Bendesa Adat Pakudui, dan membuat bendesa sendiri.

Padahal Pakudui Kangin ini bukan desa adat.

Selain itu, pihak Pakudui Kangin ingin melakukan pemekaran.

Sementara pihak Desa Adat Pakudui tidak menyetujui hal tersebut.

Lantaran terjadi ketidakharmonisan, akhirnya Desa Adat Pakudui mengambil langkah hukum pada 12 tahun silam, yakni menggugat tanah pelaba Pura Puseh yang dikuasai Pakudui Kangin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved