Breaking News:

Berita Gianyar

Warga Tak Melawan Secara Fisik, Pembongkaran Bangunan Pakudui Kangin di Tanah Desa Adat Pekudui

krama Desa Adat Pakudui merobohkan bangunan milik krama Tempekan Pakudui Kangin yang berdiri di lahan sengketa

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Masyarakat Pakudui Kangin, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, berkumpul di depan rumah saat bangunan mereka di lahan Desa Adat Pakudui dirobohkan, Rabu 13 Oktober 2021 - Warga Tak Melawan Secara Fisik, Pembongkaran Bangunan Pakudui Kangin di Tanah Desa Adat Pekudui 

Tokoh Pakudui Kangin, I Wayan Subawa, yang juga Penyarikan Pura Puseh Pakudui mengatakan, sebelum bangunan dirobohkan, pihaknya memang telah menerima somasi tiga kali dari Desa Adat Pakudui.

Somasi terakhir diterimanya sekitar sepekan lalu, yang isinya pihaknya diminta untuk mengosongkan bangunan di tanah sengketa.

Namun karena masih memegang teguh kesepakatan damai antara pihaknya dengan Desa Adat Pakudui, sehingga somasi itu tidak dilakukan.

Adapun dalam kesepakatan damai itu, kata dia, disebutkan, selama awig-awig atau Undang-undang Dasar Desa Adat masih berproses, maka tidak ada yang boleh menyentuh atau memanfaatkan lahan tersebut.

"Beberapa hal perlu diketahui, dalam perdamaian itu disepakati akan merevisi awig-awig yang memasukkan lahan eksekusi ke dalam awig tersebut. Rapat bulan Desember ada kesepakatan, tidak menyentuh lahan atau memanfaatkan objek eksekusi berdasarkan awig-awig yang akan dibuat. Awig-awig masih berproses, tapi keburu eksekusi," ujar Subawa saat ditemui depan rumahnya, didampingi krama Pakudui Kangin.

Karena hal tersebutlah pihaknya tidak menanggapi somasi. Sebab pihaknya tidak ingin melewati batasan.

"Kalau melewati batasan kita rasa kurang elok. Kami mengacu pada kesepakatan itu saja," ujarnya.

Terkait apakah pihaknya akan melakukan upaya hukum jika menilai perobohan bangunan tersebut telah melanggar kesepakatan?

Subawa mengatakan masih menunggu kesepakatan krama Pakudui Kangin dan petunjuk dari pemerintah.

"Kami tak mau terlalu jauh untuk melangkah dan kami tak mau keluar dari yang ditentukan pemerintah," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved