Breaking News:

Berita Internasional

Australia Kekurangan Petani, Pemerintah Tawarkan PNS Cuti Berbayar untuk Bantu Panen

Wakil Menteri Utama NSW Paul Toole menjelaskan, lebih dari tiga perempat staf pada Departemen Regional NSW telah menyatakan minatnya untuk mengambil

KOMPAS.COM
Petani stroberi Brendan Hoyle mengatakan dia menanam lebih sedikit tahun 2021 ini karena kekhawatiran tidak cukup pekerja untuk memanen. 

TRIBUN-BALI.COM - Akibat kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian, Pemerintah negara bagian New South Wales di Sydney, Australia, menawarkan cuti lima hari kepada pegawai negeri setempat untuk membantu panen.

Hak cuti berbayar bagi 4.500 aparatur pemerintah ditawarkan sebagai upaya mengisi kekosongan tenaga pemetik buah dan sayur di saat musim panen yang akan mulai berlangsung beberapa minggu mendatang.

Wakil Menteri Utama NSW Paul Toole menjelaskan, lebih dari tiga perempat staf pada Departemen Regional NSW telah menyatakan minatnya untuk mengambil cuti dimaksud.

Cuti panen ini, katanya, bisa diambil sebagai tambahan atas cuti tahunan (annual leave) serta cuti karena masa pengabdian panjang seorang pegawai (long service leave).

Baca juga: Australia Mulai Hidup Berdampingan dengan Covid-19

"Para pegawai ini dapat secara sukarela membantu panen apa pun di wilayah mana pun di negara bagian NSW," katanya.

"Mulai dari memanen blueberry di Coffs Harbour, jeruk dan anggur di Riverina dan Murray, hingga panen buah ceri di Central West atau membantu panen gandum yang melimpah," ujar Paul Toole.

Asosiasi petani telah lama meminta bantuan pemerintah untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, yang telah meningkat sejak pandemi memaksa penutupan perbatasan Australia.

Menteri Pertanian NSW, Adam Marshall, menyebutkan kekurangan tenaga kerja panen berfluktuasi dan bisa mencapai ribuan orang.

"Masa-masa yang drastis membutuhkan tindakan drastis pula," katanya.

"Tidak ada rumus baku untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang kondisinya diperparah oleh Covid. Ini hanya upaya lain yang kami terapkan untuk mendukung industri pertanian," ujar Adam.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved