Breaking News:

Berita Bali

Bandara Ngurah Rai Batasi Penerbangan Internasional, Setiap 2 Jam Hanya Satu Penerbangan

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerbitkan Surat Edaran Nomor 85 Tahun 2021 tentang Petunjuk

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kegiatan simulasi pelayanan penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu 9 Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerbitkan Surat Edaran Nomor 85 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19 (SE 85) yang berlaku efektif sejak 14 Oktober 2021 lalu.

Perlu diketahui selama pemberlakuan surat edaran ini, diberlakukan pembatasan pintu masuk (entry point) perjalanan penumpang internasional, yaitu hanya dibuka di Bandar Udara Soekarno Hatta - Tangerang, Bandar Udara Sam Ratulangi - Manado, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai - Bali, Bandar Udara Hang Nadim - Batam dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah - Tanjung Pinang.

Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bandar Udara Hang Nadim dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, hanya menjadi pintu masuk (entry point) perjalanan penumpang internasional bagi WNA dengan tujuan wisata.

Baca juga: Landing Fee Digratiskan Bagi Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Bali

“Melalui Surat Edaran ini kami atur jumlah penerbangan internasional melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, dibatasi hanya satu penerbangan setiap dua jam dan dapat diterbangi untuk angkutan udara niaga berjadwal luar negeri dan angkutan udara niaga tidak berjadwal luar negeri," ujar Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 16 Oktober 2021.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira dikonfirmasi terpisah membenarkan perihal salah satu isi dari SE 85 tersebut.

Kemudian kenapa dibatasi satu penerbangan internasional setiap 2 jam? 

Taufan menyampaikan hal tersebut dilakukan oleh Kemenhub guna menghindari terjadinya kerumunan di terminal kedatangan.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan Internasional, Berikut Daftar 19 Negara yang Diizinkan

"Menghindari terjadinya kerumunan penumpang internasional di terminal kedatangan diaturlah kedatangan pesawat satu dengan pesawat selanjutnya dua jam. Karena dari hasil simulasi sebelumnya satu penumpang dari tiba hingga ke pintu keluar untuk menuju kendaraan jemputan terhitung memerlukan waktu 1 jam 12 menit," jelasnya.

Waktu 1 jam 12 menit atau 72 menit itu dari mereka datang, pemeriksaan suhu, pemeriksaan dokumen, kemudian proses PCR, proses imigrasi, proses bea cukai sampai dengan proses menunggu hasil PCR 1 jam yang sudah kita siapkan hingga ke counter penjemputan untuk diantar ke hotel karantina.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved