Breaking News:

Berita Karangasem

UPDATE Luh Mariani Bocah 5 Tahun Meninggal Akibat Gempa 4.8 SR di Karangasem, 7 Orang Luka Parah

Gempa bumi berkekuatan 4.8 SR yang  mengguncang  Karangasem, Sabtu 16 Oktober 2021 sekitar pukul 04.18 wita, merenggut seorang  bocah usia 5 tahun.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Saiful Rohim
Keadaan rumah di Banjar Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali setelah diguncang gempa, Sabtu 16 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Gempa bumi berkekuatan 4.8 SR yang  mengguncang  Karangasem, Sabtu 16 Oktober 2021 sekitar pukul 04.18 wita, merenggut seorang  bocah usia 5 tahun.

Yakni Ni Luh Mariani bocah asal dari Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Anak pasangan I Nengah Puja & Nengah Nuansa meninggal usai dada dan kepalanya tertimpa reruntuhan material bangunan berbahan batako.

Masyarakat saat itu panik berhamburan keluar untuk meenyelamatkan diri.

Cuaca disekitar juga masih gelap, dingin, dan sunyi, serta masih berkabut.

Baca juga: UPDATE: Akses Jalan di Desa Ban Karangasem Tertutup Material Longsor Setelah Diguncang Gempa 4,8 SR

Baca juga: Gempa 4.8 SR di Bali, Jenazah Antari Ditemukan Memeluk Lionel

Baca juga: UPDATE - Gempa 4.8 SR di Bali, 95 Unit Rumah Warga di Jatituhu Karangasem Tak Bisa Ditempati 

Kepala Dusun Jatituhu, Nyoman Semera, mengaku, gempa yang berpusat di Karangasem terjadi saat masih cuacanya masih gelap.

Kemungkinan masyarakat panik, dan korban terjebak di dalam rumah.

Sehingga Gempa berdurasi 5 detik merobohkan bangunan rumah warga dan menimpa bocah.

"Bocah yang meninggal tinggal bersama orang tua dan saudara di dalam rumahnya. Saat itu warga panik dan berhamburan keluar. Kemungkinan anak tersesat di dalam, sehingga kena reruntuhan  bangunan,"ungkap I Nyoman Semera.

Setelah gempa bocah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved