Denpasar

Kasus Meninggal Dunia Nihil, Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Denpasar 96,93 Persen

Kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Denpasar kini sudah tidak ada.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
ISTIMEWA
Proses penguburan jenazah warga Banjar Sayan Baleran, Desa Werdi Bhwuana, Kecamatan Mengwi, Badung yang dinyatakan positif Covid-19, Minggu (1/6/2020). Sejumlah orang tampak mengenakan pakaian hazmat. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Denpasar kini sudah tidak ada.

Berdasarkan data resmi pada Minggu 17 Oktober 2021 diketahui peningkatan kasus sembuh dan kasus positif Covid-19 sama-sama bertambah sebanyak 11 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.670 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.512 orang (96,93 persen), meninggal dunia sebanyak 990 orang (2,62 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 168 orang (0,45 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, kendati kasus di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan masih ditemukan.

Baca juga: Akibat Membuat Kerumunan, Tim Yustisi Kota Denpasar Tertibkan dan Bina 2 Warung Makan di Denpasar

Oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," kata Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 3 Jawa-Bali.

Baca juga: Lowongan Kerja Denpasar, Dibutuhkan Drafter, Pendidikan Minimal S1 Teknik Arsitektur

Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. (*)

Berita Denpasar Lainnya

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved