Breaking News:

Berita Bali

Kisah Seorang Purnawirawan Polri yang Bekerja Sebagai Driver Ojek Online, Jeladi: Pernah Kesasar

I Wayan Jeladi (60) meskipun ketajaman indra pengelihatannya sudah mulai memudar, namun semangatnya menarik tuas gas sepeda motornya tak pernah pudar.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
I Wayan Jeladi, dulunya berseragam polisi sekarang berseragam ojek online - Kisah Seorang Purnawirawan Polri yang Bekerja Sebagai Driver Ojek Online, Jeladi: Pernah Kesasar 

Di rumah yang ia bangun secara bertahap dari keringat hasil kerja kerasnya sebagai polisi, Wayan Jeladi tinggal bersama istri yang sebentar lagi juga memasuki mas pensiun sebagai seorang pegawai negeri sipil di Dinas Pendidikan, serta anak menantu dan cucunya.

Selain menjadi driver ojek online, Wayan Jeladi juga memilihara ayam dan burung di rumahnya untuk menemani kesehariannya semasa lepas tugas sebagai polisi.

Suka - Duka Sebagai Ojek Online

Menjadi ojek online tentu menjadi barang pengalaman baru baginya setelah sekitar 39 tahun mengabdi kepada negara menjadi seorang anggota kepolisian.

Di usia yang sudah memasuki masa lanjut usia, dihadapkan dengan teknologi gadget masa kini, Wayan mengakui sempat mengalami kendala mengoperasikan aplikasi ojek online, namun ia terus belajar dari ketidaktahuan itu hingga menjadi tahu.

Semangatnya seolah tak pernah luntur, Wayan bahkan mau mengikuti pelatihan khusus menjadi pengemudi ojek online, ia mempelajari bagaimana teknis menggunakan aplikasi ojek online dengan baik dan benar.

Tiga hari awal menjadi Ojol, Wayan dibantu dan dituntun oleh rekannya yang membantu dia memberikan informasi pendaftaran ojek online itu.

Selepas itu, ia mulai aktif menerima penumpang secara mandiri. Baik order penumpang, makanan, pengiriman barang, belanja barang selalu ia terima pekerjaan itu. Tetap bekerja dan bersyukur atas hasil apapun adalah prinsip bakunya.

"Pengalaman saya menjadi ojek online yang paling unik adalah saat malam-malam saya pernah kesasar di kuburan kondisinya gelap tidak ada penerangan, yang order juga orang luar Bali menginap di sebuah vila kawasan itu, juga tidak bisa mengarahkan karena tidak hafal lokasi, tapi akhirnya saya terus berusaha bagaimana mengantarkan pesanan makanan Pizza seharga Rp 600 ribu itu," ungkapnya.

"Saya juga pernah beli nasi goreng di Tohpati untuk diantarkan ke daerah Sanur, namun pemesan saya cari di lokasi tidak ada sampai pada akhirnya setelah beberapa lama saya menunggu saya bisa bawa pulang untuk makan istri saya," sambungnya.

Baca juga: KISAH Pilu Satpam Cewek Cantik yang Suka Bersolek bak Model, Ayahnya Koma Terpaksa Bercerai

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved