Breaking News:

Baru Sehari Masuk Kerja, Pejabat Polisi Dikirimi Kepala Manusia Berisi Pesan Ancaman Kematian

Sebagian besar pertumpahan darah di Tijuana berasal dari bentrokan antar-kartel narkoba yang bersaing memperebutkan kota tersebut.

Editor: Bambang Wiyono
AFP / ALFREDO ESTRELLA
Anggota Garda Nasional Meksiko berpatroli di kota Culiacan, setelah terjadinya bentrokan bersenjata dengan anggota kartel narkoba, Kamis (17/10/2019), yang dipicu penangkapan putra gembong narkoba, Ovidio Guzman. 

TRIBUN-BALI.COM - Teror kartel narkoba di Meksiko ditujukan kepada pejabat kepolisian setempat.

Seorang kepala polisi di Meksiko yang baru sehari menjabat langsung menerima paket berisi kepala manusia dan pesan ancaman kematian dari kartel narkoba.

Kepala itu dalam kondisi membusuk di dalam tas hitam yang ditinggalkan di jalan dengan sebuah pesan.

Melansir Daily Star Rabu (13/10/2021), polisi tersebut bernama Rafael Vazquez. Dia diangkat sebagai kepala polisi Tijuana setelah menjadi perwira selama 19 tahun.

Oleh Kartel Tijuana, dia dituding sebagai penculik yang menerima "perintah" dari Kartel Sinaloa. Kartel Sinaloa adalah musuh bebuyutan dari Kartel Tijuana.

“Tijuana akan berdarah karena penculik itu,” bunyi pesan ancaman tersebut.

Dalam perkembangan lebih lanjut, ditemukan lagi dua pesan di sekitar kota Tijuana pada malam berikutnya.

Tak seperti sebelumnya, pesan tersebut disertai dengan semacam daging hewan.

Tijuana adalah salah satu dari sepuluh kota paling kejam di dunia.

Sebagian besar pertumpahan darah di Tijuana berasal dari bentrokan antar-kartel narkoba yang bersaing memperebutkan kota tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved