Berita Bali

Rata-rata Wisman di Bali Hanya Sepekan, Suryawijaya Minta Jangan Tiru Negara Lain

Waktu karantina yang terlalu lama disinyalir membuat wisatawan mancanegara enggan berlibur ke Bali.

Istimewa
Ketua PHRI Badung I Gst Rai Suryawijaya - Rata-rata Wisman di Bali Hanya Sepekan, Suryawijaya Minta Jangan Tiru Negara Lain 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Waktu karantina yang terlalu lama disinyalir membuat wisatawan mancanegara enggan berlibur ke Bali.

Saat ini sudah ada sejumlah negara yang tidak menerapkan karantina sebagai syarat kunjungan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, negara destinasi seperti Thailand, Dubai, Sri Lanka, dan Turki tidak menerapkan karantina.

Mereka hanya memakai hasil swab PCR negatif.

Baca juga: Asuransi Rp 1 Miliar Dinilai Memberatkan, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Dua Jam Sekali

"Kalau karantina terlalu lama, akan menjadi pertimbangan wisman, karena mereka membandingkan dengan destinasi lainnya yang risiko rendah kasus Covid-19 tidak menerapkan karantina. Mereka hasil swab PCR negatif mereka tidak perlu karantina," katanya, Minggu 17 Oktober 2021.

Sampai saat ini belum ada kedatangan wisatawan mancanegara meski penerbangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dibuka.

Sebagian besar wisman berlibur ke Bali hanya mendapat waktu tujuh hari saja.

Sedangkan mereka saat tiba di Bali wajib karantina lima hari.

Maka Gusti Suryawijaya menilai waktu karantina idealnya tiga hari.

Hal ini juga sudah mempertimbangkan untuk pembukaan pariwisata tidak bisa melonggarkan atau mengetatkan begitu saja.

"Kalau tiga hari, menurut saya efektif sehingga jika mereka memiliki waktu tujuh hari berlibur, ada waktu empat hari mereka menikmati destinasi," jelasnya.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi terkait pembukaan wisman, termasuk perkembangan kasus Covid-19 di Bali.

"Wisman yang memiliki hasil negatif pasti merasa dibedakan dengan wisatawan domestik. Wisman merasa sangat diperketat," kata dia.

Meski demikian, ia pun meminta agar Pemerintah Indoensia juga tidak mesti meniru negara lain yang tidak menerapakan syarat karantina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved