Breaking News:

Berita Bangli

Terkendala Akses Menuju ke Sekolah, Nyoman Lily Terpaksa Kembali Belajar Secara Daring

Pelajar kelas X asal Desa Terunyan itu mengungkapkan, sehari-hari ia mengendarai sepeda motor untuk menuju sekolahnya di SMA 2 Bangli

Tribun Bali/Rizal Fanany
Siswa SMA 2 Bangli, Lili Yuniati, belajar sekolah secara daring di kawasan Desa Trunyan, Kintamani, Bangli, Bali, Senin, 18 Oktober 2021. Ia tidak dapat bersekolah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akibat sejumlah titik di satu-satunya akses jalur darat yang menghubungkan wilayah desa mereka menuju Kota Bangli masih tertimbun material longsor akibat gempa bumi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Musibah gempa bumi yang berdampak pada tertutupnya akses darat di jalur Buahan - Terunyan, otomatis mengakibatkan sejumlah aktivitas terganggu.

Salah satunya Nyoman Lily Yuniati yang kini terpaksa kembali mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara daring.

Pelajar kelas X asal Desa Terunyan itu mengungkapkan, sehari-hari ia mengendarai sepeda motor untuk menuju sekolahnya di SMA 2 Bangli.

Perjalanan ke sekolah membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Baca juga: BPBD Bangli Catat Terdapat 172 Titik yang Terdampak Gempa, Kerugian Materiil Rp 894 Juta

"Disini ada sekitar 10 orang yang sekolah di Bangli.

Dan semuanya menggunakan jalur darat untuk ke sekolah," ungkapnya.

Lily mengaku sangat ingin kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Karenanya ia sangat berharap agar jalur darat segera terbuka, dan sudah dipastikan aman untuk dilewati.

Tak hanya berdampak pada sektor pendidikan, lumpuhnya akses darat di jalur Buahan - Terunyan, juga mengakibatkan sektor ekonomi warga terdampak. 

Seperti yang diungkapkan Guru Wisnu yang khawatir apabila jalur darat lumpuh berkepanjangan, petani seperti dirinya tidak bisa menjual hasil panen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved