Breaking News:

Berita Bangli

Dibayang-bayang Longsor Susulan, Warga Terunyan Bangli Pilih Jalur Danau Karena Dinilai Lebih Aman

Pihak BPBD Bangli mencatat, longsor susulan sempat terjadi di perbatasan jalur Buahan menuju Desa Abang Batudinding pada Selasa (19/10/2021) sore hari

tribun bali/muhammad Fredey Mercury
Jero Subati bersama keluarganya saat menunggu perahu di Dermaga Kedisan untuk menyeberang ke Desa Terunyan. Selasa (19/10/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Satu-satunya jalur darat penghubung Desa Buahan menuju Desa Terunyan telah terbuka.

Kendati demikian, masyarakat belum diperbolehkan melintas.

Hal ini dikarenakan kondisi jalur yang masih rawan terjadi longsor susulan.

Pihak BPBD Bangli mencatat, longsor susulan sempat terjadi di perbatasan jalur Buahan menuju Desa Abang Batudinding pada Selasa (19/10/2021) sore hari.

Baca juga: 900 PKH di Bangli Belum Cairkan Bantuan, Kadinsos: Itu Diluar Kuasa Kami

Longsor tidak hanya berupa kerikil, namun berupa bongkahan batu besar.

Alhasil, warga kembali diimbau untuk menggunakan jalur danau apabila ingin kembali ke kediamannya. 

Seperti yang terlihat di Dermaga Kedisan, Selasa (19/10/2021).

Warga asal Desa Terunyan silih berganti menunggu perahu untuk menyeberang.

Walaupun statusnya masih warga Desa Terunyan, mereka selama ini mendiami wilayah Denpasar karena berjualan.

"Kami bolak-balik. Kadang satu minggu sekali baru pulang, dang 10 hari," ujar salah seorang warga bernama Jero Mangku Subati. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved