Breaking News:

Berita Buleleng

Lakukan Tindakan Asusila ke Anak Kandung di Buleleng, NS Dijerat Pasal Berlapis

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng meminta kepada penyidik untuk menambah pasal yang disangkakan terhadap NS.

Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi pencabulan pada anak dibawah umur. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masih ingat dengan kasus persetubuhan yang dilakukan oleh tersangka NS (47) terhadap anak kandungnya sendiri?

Pria asal Kecamatan Sawan, Buleleng itu dijerat pasal berlapis.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng meminta kepada penyidik untuk menambah pasal yang disangkakan terhadap NS. 

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, sebelumnya penyidik Unit PPA Polres Buleleng telah mensangkakan NS dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 5 Miliar.

Baca juga: Dinas Kesehatan Buleleng Gelar Rapid Test Antigen Secara Acak di Sekolah

Namun JPU kemudian memberikan petunjuk kepada penyidik agar NS juga mendapat tambahan sangkaan yakni Pasal 47 UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pasalnya, kasus persetubuhan yang dilakukan oleh NS berada dalam lingkup rumah tangga. 

"Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dari Pasal 47 UU tentang Penghapusan KDRT dengan Pasal 81 UU tentang Perlindungan Anak.

Letak perbedaan hanya pada lingkup perbuatan pelaku. Dimana tindakan persetubuhan ini  dilakukan dalam lingkup rumah tangga, mengingat korban merupakan anak kandung pelaku,” jelasnya. 

Dengan adanya petunjuk dari JPU itu, penyidik pun kata Iptu Sumarjaya sudah memperbaiki berkas perkaranya, dan akan kembali diserahkan kepada JPU dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, NS nekat menyetubuhi anak pertamanya sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved