Breaking News:

Berita Karangasem

Nyoman Dasi, Pria Buta yang Selamatkan Keluarga Saat Gempa, Tiba-tiba Saya Mendapatkan Kekuatan

Nyoman Dasi (43) berkali-kali mengucapkan syukur pada Tuhan Maha Esa karena nyawanya masih diselamatkan dari maut setelah gempa berkekuatan 4,8 SR

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Saiful Rohim
KISAH Nyoman Dasi, Pria Buta yang Selamatkan Keluarga Saat Gempa: Astungkara Masih Disayang Tuhan 

TRIBUN-BALI.COM- Nyoman Dasi (43) berkali-kali mengucapkan syukur pada Tuhan Maha Esa karena nyawanya masih diselamatkan dari maut setelah gempa berkekuatan 4,8 SR di Ban meluluhlantahkan rumahnya.

Nyoman Dasi, pria buta asal Banjar Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem menunjukkan raut wajah sedih.

Matanya memerah.

Wajahnya memelas.

Tangan memegang tongkat berwarna hitam sebagai petunjuk jalan.

Anaknya yang mendampingi Dasi sesekali menenangkan.

"Astungkara saya masih disayang oleh Tuhan. Diselamatkan," kata ayah tiga anak itu, saat ditemui, Senin (18/10)
Nyoman Dasi yang mengenakan pakaian berwarna hitam menceritakan perjuangannya menyelamatkan anak dan istrinya saat gempa.

Pria asli dari Jatituhu yang tidak bisa melihat itu mengatakan, di aserasa mendapat kekuatan dari Tuhan.

Membangunkan istri dan anaknya setelah gempa mengguncang Karangasem.

"Saya buta. Nggak melihat apa-apa. Saat gempa, tiba-tiba saya mendapatkan kekuatan untuk selamatkan anak-anak dan istri. Saat itu saya berteriak dan mengambil anak-anak di kamar sebelah," kata Nyoman Dasi dengan wajah sedih sembari mengusap dahinya beberapa kali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved