Breaking News:

Serba Serbi

Setiap Orang Wajib Mebayuh, Berikut Penjelasan Dewa Mangku Dalang Samerana

Banten magedong-gedongan dalam masyarakat Hindu, dibuat sebagai upaya agar si jabang bayi kuat di dalam rahim ibunya ini

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Dewa Mangku Dalang Samerana 

Untuk itulah, Dadap Sangkur dipakai ngeruwat dan dianugerahi oleh Durga kepada Sahadewa.

"Makanya disebut sang Sudamala, karena Sahadewa yang ngelukat," jelasnya.

Perlu diketahui, Sahadewa adalah bagian Panca Pandawa yang merupakan anak dari Aswina Dewa di surga. Dewa itu adalah dewa yang bagai dukun atau balian di surga.

Tatkala tidak diruwat, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Baik itu masalah dengan diri sendiri, keluarga, keuangan, masalah dengan teman-teman dan banyak yang iri dengki. Sehingga perlu diruwat, baik dengan skala nista sekalipun jika tidak memiliki uang. Atau disebut dengan prosesi ngewangsuh wayang saja. 

"Kalau mebayuh oton Sapuhleger, tidak memerlukan klebutan kecuali langsung mebayuh oton. Ruwatan Sapuhleger diruwat dalang, bayuh oton boleh memakai sulinggih atau mangku dan dalang juga bisa. Memakai toya klebutan dan diupacarai sesuai hari kelahirannya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved