Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Duka Ibunda Lionel, Korban Gempa di Trunyan, Lahir Saat Piala Dunia Terinspirasi Lionel Messi

Kecintaannya dengan sepak bola dan Lionel Messi, memberikan inspirasi bagi Dede Solikin Adi Putra untuk menamai anaknya dengan Lionel Adi Putra

dokumen kekuarga/putu wahyuni
FOTO KENANGAN - Foto kenangan almarhum Lionel Adi Putra semasa hidup. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kecintaannya dengan sepak bola dan Lionel Messi, memberikan inspirasi bagi Dede Solikin Adi Putra untuk menamai anaknya dengan Lionel Adi Putra.

Namun duka menyelimuti Dede Solikin dan istrinya, Ni Putu Wahyuni, kala Lionel meninggal dunia saat terjadi gempa dan tanah longsor di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli, Bali.

Lionel Adi Putra lahir pada bulan Juli, saat perhelatan Piala Dunia 2014. Lionel merupakan anak pertama Dede dan Putu Wahyuni.

Sangking ngefansnya sang ayah dengan Lionel Messi, ia sampai memberikan nama bintang Timnas Argentina tersebut kepada sang anak. 

Ia pun berharap Lionel Adi Putra menjadi anak yang cerdas, lincah, serta berbakti pada orangtua.

Hal tersebut diungkapkan Putu Wahyuni, Rabu 20 Oktober 2021 sore.

Kepada Tribun-Bali.com, Wahyuni mengungkapkan sehari-harinya Lionel merupakan anak yang ceria.

Kendati masih berusia tujuh tahun, Lionel merupakan anak mandiri, serta mampu ngemong adiknya saat kedua orangtuanya sibuk bekerja sebagai pembudidaya ikan di Danau Batur.

Sesuai namanya yang terinpirasi dari Lionel Messi, ia pun menyukai permainan sepak bola.

"Dia sering main ngajak main bola adiknya, Devina Ayu Mita Sari," ucap Wahyuni mengenang anak pertamanya itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved