Breaking News:

Berita Badung

Pemkab Badung Berikan Insentif Pajak, Alih Fungsi Lahan Alami Penurunan

Bahkan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung juga memberikan insentif kepada pemilik lahan dengan harapan tidak sembarangan menjual

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Salah satu lahan persawahan di Desa Darmasaba, Mengwi, Badung yang mengalami alih fungsi lahan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Di tengah pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung gencar menekan alih fungsi lahan, ternyata kasus alih fungsi lahan di Badung pertahun juga semakin berkurang.

Kendati demikian, dengan adanya awig-awig di Subak semakin membuat alih fungsi lahan semakin terkontrol.

Bahkan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung juga memberikan insentif kepada pemilik lahan dengan harapan tidak sembarangan menjual lahannya, apalagi lahan hijau.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung  I Wayan Wijana saat dikonfirmasi Rabu,  20 Oktober 2021 mengatakan bahwa pihaknya setiap tahun alih fungsi lahan di Kabupaten Badung semakin menurun.

Baca juga: Cerita Supriyadi Berhenti Usaha Art Shop dan Beralih Jualan Helm Unik di Jimbaran Badung

"Jadi sesuai data, terus mengalami penurunan. Kini pemkab Badung juga mengontrol adanya alih fungsi lahan," ujarnya.

Pihaknya mengaku, sesuai data alih fungsi lahan pertanian di Badung terjadi hingga kini masih diangka puluhan hektar per tahunnya.

 Sesuai statistik luas lahan pertanian 2018 tercatat 9.631 hektar.

Namun, di tahun 2019 mengalami penurunan 38 hektar sehingga luasnya 9.593 Hektar.

Selanjutnya di tahun 2020 lalu terjadi alih fungsi lahan seluas 26 hektar hingga kini tercatat ada 9.593 hektar luas lahan pertanian.

"Untuk tahun 2021 ini belum bisa dipastikan, karena hasil pengumpulan data dan rekapannya di akhir tahun. Sehingga alih fungsi lahan belum bisa kita pastikan," ucapnya sembari mengatakan semoga semakin menurun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved