Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Roh Leluhur dan Ida Bhatara Beryoga, Rahina Purnama Baik untuk Malukat

Apalagi pada saat purnama, diyakini bahwa Bhatara Parameswara atau Sang Hyang Purusangkara bersama saktinya.

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Thinkstock via KOMPAS.com
Ilustrasi bulan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, tanggal 20 Oktober 2021 bertepatan dengan Purnama Kalima wuku Warigadean.

Dalam kitab atau lontar Sundarigama, purnama adalah waktu terakhir para paroh terang dan waktu awal dari paroh gelap.

Oleh sebab itu, purnama dianggap waktu sakral.

Apalagi pada saat purnama, diyakini bahwa Bhatara Parameswara atau Sang Hyang Purusangkara bersama saktinya.

Baca juga: Buda Cemeng Warigadean Bertepatan dengan Purnama Kalima, Hari Istimewa Bagi Pejalan Sunyi

Diiringi oleh para dewa dan bidadari-bidadari. Serta para roh leluhur melakukan yoga.

Karena itu, umat diharapkan membuat persembahan sesuai kemampuan. Guna dipersembahkan kepada para dewa, terutama kepada Dewi Bulan.

Sesajen yang patut dipersembahkan pada saat bulan purnama adalah penek kuning dengan lauk daging ayam putih siungan panggang.

Serta prayascita luih dan reresik, dilengkapi segehan agung satu tanding.

Upacara dilakukan di tempat suci milik keluarga (sanggah). Ataupun di tempat suci untuk umum baik itu pura atau parhyangan.

Pada malam harinya, umat diharapkan melakukan yoga semadi.

Diantara bulan purnama, yang dianggap paling purna adalah bulan purnama yang jatuh pada masa keempat yang disebut Purnama Kapat atau Purnama Karttika. Yakni sekitar bulan September dan Oktober.

Ada kemungkinan Purnama Kapat atau Purnama Karttika, dikatakan sakral dan sekaligus romantis karena merupakan waktu peralihan.

Maksudnya, waktu peralihan antara musim kemarau dan awal musim penghujan.

Untuk itu, banyak masyarakat khususnya Hindu di Bali percaya bahwa saat Purnama ini merupakan hari baik.

Baca juga: Anggara Kasih Kulantir Bertepatan dengan Kajeng Kliwon dan Purnama Kapat, Apa Maknanya? 

Tak heran jika saat Purnama, masyarakat akan memadati pura dan berbagai tempat malukat untuk membersihkan diri dan memohon anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya. (*)

Artikel lainnya di Serba Serbi

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved