Breaking News:

Berita Buleleng

UPDATE: JPU Serahkan Memori Banding Kasus Korupsi Explore Buleleng dan Bimtek CHSE

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan sebelum menyerahkan memori banding, JPU sebelumnya telah melakukan analisa

ISTIMEWA
JPU Kejari Buleleng saat menyerahkan memori banding ke Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (19/10/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng telah menyerahkan memori banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar, terkait kasus korupsi program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE.

Memori banding diserahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar pada Selasa (19/10/2021). 

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan sebelum menyerahkan memori banding, JPU sebelumnya telah melakukan analisa terhadap kutipan putusan yang diterima dari Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar.

Dari hasil analisa itu, JPU menilai pidana penjara yang dijatuhkan kepada tujuh terdakwa, yakni  Putu Budiani, Kadek Widiastra, Nyoman Sempiden, Putu Sudarsana, I Gusti Ayu Maheri Agung, Gede Gunawan dan Nyoman Ayu Wiratini  terlalu rendah, yakni hanya selama satu tahun.

Baca juga: Lakukan Tindakan Asusila ke Anak Kandung di Buleleng, NS Dijerat Pasal Berlapis

 "Biasanya hukuman yang patut dijatuhkan untuk tujuh terdakwa itu dua per tiga dari tuntutan. Tergantung pertimbangan rasa keadilan dari hakim saja nanti," ucapnya. 

Selain itu, putusan untuk terdakwa Made Sudama Diana khususnya pada pembayaran uang pengganti juga dinilai tidak sesuai, yakni hanya Rp  7.989.416.

Jayalantara menyebut, JPU merasa ada uang yang dikuasai oleh terdakwa Sudama Diana yang diduga hasil dari perbuatan korupsi. Sehingga dalam pengajuan banding, JPU ingin agar uang pengganti yang harus dibayar oleh terdakwa Sudama Diana sebesar Rp 131.285.622, sesuai dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU beberapa waktu lalu saat sidang tuntutan. 

Setelah memori banding diajukan ke Pengadilan Tipikor Denpasar, maka JPU saat ini tinggal menunggu jadwal serta putusan banding dari majelis hakim.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Made Sudama Diana dijatuhi pidana penjara selama dua tahun dan delapan bulan (32 bulan) oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa, 5 Oktober 2021.

Sudama juga dikenakan pidana denda Rp 50 juta subsider empat bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved