Breaking News:

Berita Bangli

Akibat Sepinya Penyeberangan, Penyedia Jasa Penyeberangan di Bangli Banyak yang Beralih Profesi

Kendati pemerintah telah membuka jalur penerbangan bagi wisatawan mancanegara (wisman), nyatanya hal tersebut belum memberikan efek bagi masyarakat

Fredey Mercury
Kepala Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), I Nengah Dester 

Pria asal Desa Kedisan, Kintamani itu mengatakan, walaupun pintu masuk pariwisata bagi pelancong luar negeri telah dibuka tanggal 14 Oktober, namun hingga kini belum ada wisman yang datang dan menggunakan jasa penyeberangan.

Kebanyakan adalah wisatawan domestik.

Baca juga: Nimbang Lanlanan, Prosesi Unik yang Dilaksanakan saat Karya Ngusaba di Pura Kehen Bangli

Baca juga: Sebanyak 21 Sekolah di Bangli Terdampak Gempa, 1 Sekolah Terpaksa Kembali Laksanakan Daring

Belum juga kembali pulih, dua hari pasca dibukanya penerbangan internasional, justru terjadi musibah gempa bumi, dan berbuntut pada kejadian tanah longsor di tiga desa.

"Sejak bencana kami tidak menutup layanan jasa penyeberangan. Tapi, tidak ada yang menggunakan jasa kami. Mungkin wisatawan takut," katanya.

Dampak sepinya penggunaan jalur penyebarangan Danau Batur, imbuh Dester, akhirnya memaksa para pemilik speedboat yang terhimpun dalam Koperasi Pariwisata Danau Batur untuk beralih pekerjaan.

Dester menyebut, dari 80 anggota yang berasal dari Desa Kedisan, Abang, dan Terunyan, kini hanya tersisa 20 orang saja.

Baca juga: Sebanyak 21 Sekolah di Bangli Terdampak Gempa, 1 Sekolah Terpaksa Kembali Laksanakan Daring

Baca juga: Update Terbaru Dampak Gempa di Bangli, BPBD Catat 285 Titik, Kerugian Tembus Rp 4,9 Miliar

"Sisanya beralih jadi petani, jadi tukang bangunan, hingga bisnis jual ikan. Kalau di Batur yang lagi ngetren bisnis jual ikan itu," tandasnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved