Breaking News:

Berita Nasional

INFO Penerbangan: Mulai 24 Oktober 2021, Penumpang Pesawat Wajib Menunjukkan Hasil Negatif Tes PCR

Terdapat sejumlah penyesuaian ketentuan perjalanan dalam negeri, diantaranya seperti perjalanan orang menggunakan moda transportasi udara, laut dan

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan terminal domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Rabu (20/10/2021). Mulai 24 Oktober 2021, Penumpang Pesawat Wajib Menunjukkan Hasil Negatif Tes PCR 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah mengeluarkan aturan baru tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa Pandemi Covid-19 melalui InMendagri No. 53 dan No. 54 Tahun 2021, disusul terbitnya Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 21 Tahun 2021.

Terdapat sejumlah penyesuaian ketentuan perjalanan dalam negeri, diantaranya seperti perjalanan orang menggunakan moda transportasi udara, laut dan darat dimana dilakukan pengetatan dokumen syarat perjalanan.

"Beberapa penyesuaian pada pengaturan ini dilakukan atas keputusan lintas sektor yang mempertimbangkan kondisi kasus terkini serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung implementasi protokol kesehatan di lapangan," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Pengaturan Perjalanan Dalam Negeri Seiring Pelandaian Covid-19 secara daring, Kamis (21 Oktober 2021).

Prof. Wiku menambahkan penyesuaian pertama pengaturan syarat pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) tujuan ke Jawa-Bali untuk moda transportasi udara, wajib menunjukkan dua dokumen yaitu kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sample nya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: SE Nomor 21 Satgas Terbit, Disebutkan Penumpang Pesawat Wajib Tunjukkan Hasil Negatif PCR

Pengetatan metode testing menjadi PCR saja di wilayah Jawa-Bali dan non Jawa-Bali di level PPKM 3 dan 4 ini dilakukan mengingat sudah tidak diterapkannya penjarakan antar tempat duduk, atau seat distancing dengan kapasitas penuh sebagai bagian dari ujicoba pelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi ditengah kondisi kasus Covid-19.

Diharapkan pengetatan ini dapat mengisi celah penularan yang mungkin ada, untuk mengoptimalisasi upaya pencegahan dan penularan pihak maskapai diwajibkan menyiapkan tiga row yang dikosongkan untuk pemisahan jika ditemukan pelaku perjalanan yang bergejala saat perjalanan.

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan menindaklanjuti SE Satgas Penanganan Covid-19 No. 21 tahun 2021 Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri untuk semua moda transportasi.

"Seluruh Surat Edaran ini (SE 86, 87, 88 dan 89) keseluruhannya mengatur hal-hal teknis sebagai petunjuk pelaksanaan bagi para operator sara dan prasarana maupun bagi para calon penumpang di semua moda transportasi terkait dengan perjalanan orang dalam negeri," jelasnya.

Adita menambahkan untuk transportasi udara, kapasitas penumpang saat ini sudah diizinkan lebih dari 70 persen seperti ketentuan sebelumnya namun penyelenggara angkutan udara tetap wajib menyediakan tiga baris kursi yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang bergejala.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved