Breaking News:

Berita Bali

Libatkan 1.000 Seniman dan 45 Mata Acara, Pemprov Bali Siap Gelar Festival Seni Bali Jani III 2021

Menariknya, 1.000 orang seniman dan pekerja seni juga bakal dilibatkan dalam pagelaran seni kontemporer terbesar di Pulau Dewata tersebut

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Dalam konferensi persnya, Kamis 21 Oktober 2021, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha mengungkapkan, FSBJ III kali ini mengusung tema “Jenggala Sutra: Susastra Wana Kerthi” yang bermakna “Semesta Kreativitas Terkini: Harmoni Diri dan Bumi dalam Keluasan Penciptaan Baru” 

Program Beranda Pustaka ini seturut upaya meningkatkan budaya literasi bagi generasi muda, khususnya untuk memahami seni, sastra, dan kebudayaan” ungkap Ida Bagus Martinaya.

Sebagaimana tahun sebelumnya diselenggarakan pula pameran kolosal Bali Megarupa, kali ini melibatkan 107 seniman lintas generasi, yang tertua adalah

D. Tjandra Kirana (77 tahun) dan termuda Naripama Ramavijaya (19 tahun).

Bukan hanya menampilkan karya 2 dimensi berupa lukisan dan fotografi, namun juga 3 dimensi; keramik, patung, dan instalasi.

Pameran Bali Megarupa dipresentasikan di 4 venue, yakni Museum Puri Lukisan Ubud, Museum Neka Ubud, Museum ARMA Ubud, dan Gedung Kriya Taman Budaya Denpasar, melalui skema kurasi undangan terpilih dan undangan terbuka.

Baca juga: Siap Terima Wisman, Pemprov Bali Sebut Belum Ada Jadwal Penerbangan Internasional ke Pulau Dewata

Dari sekian banyak mata acara tersebut, secara khusus digagas dan diwujudkan sebuah program penghormatan atau a tribute bagi maestro atau pendahulu, yakni A Tribute to Umbu Landu Paranggi (sastrawan) dan A Tribute to Nyoman Sura (penari/koreografer).

“Kita memahami, dan itu sudah terbukti, seni-seni modern/kontemporer Bali sesungguhnya sudah memiliki proses atau sejarah panjang.

Sepatutnya kita menghormati para pendahulu, seperti Pak Umbu Landu Paranggi dan Bli Nyoman Sura, yang dedikasi dan sumbangsih kreativitasnya mewarnai dinamika kehidupan seni modern/kontemporer kita.

Mereka bukan hanya berkarya bagi dirinya sendiri, tetapi juga turut membangun atmosfer kehidupan kreatif yang memungkinkan generasi muda mengembangkan minat dan bakatnya sebagai generasi penerus.

Umbu Landu Paranggi berpuluh tahun menggiatkan apresiasi sastra keliling Bali, melahirkan sastrawan-sastrawan yang prestasinya bukan hanya mewarnai Indonesia tetapi juga internasional.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved