Breaking News:

Bangli

Tim Gabungan Sediakan 11 Armada Danau Untuk Transportasi Warga yang Terisolasi di Kintamani

Warga di tiga desa Kintamani yang terisolasi, kini telah disiapkan armada untuk melintasi danau Batur.

istimewa
Warga dari desa terdampak saat melakukan penyeberangan dari Dermaga Kedisan. Kamis (21/10) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Warga di tiga desa Kintamani yang terisolasi, kini telah disiapkan armada untuk melintasi danau Batur.

Total ada 11 unit armada kapal motor yang merupakan milik warga setempat.

Kasatpolair Polres Bangli, Kompol I Dewa Made Rencana Kamis (21/10) membenarkan ada 11 kapal yang disiapkan untuk memfasilitasi warga dari tiga desa yang terisolir. Antara lain, Desa Terunyan, Desa Abang Songan, dan Desa Abang Batudinding.

Sebab akses jalur darat hingga kini masih belum direkomendasikan, lantaran rawan terjadi longsor susulan.

Dari 11 kapal itu, enam diantaranya standby di Desa Terunyan, dan lima kapal standby di Dermaga Kedisan.

Sementara warga dari Desa Abang Songan dan Abang Batudinding, Kompol Rencana mengatakan masing-masing desa tersebut ada satu kapal yang standby.

"Kapal di dua desa itu belum disewa Pemda. Namun tetap disiapkan untuk memfasilitasi masyarakat. Selain kapal-kapal tersebut, kami dari Polair Polres Bangli juga ada lima kapal yang siap membantu warga," jelasnya.

Baca juga: Dandim Badung Minta Warga Laporkan Apabila Ada Oknum Minta Bagian Terkait Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta

Baca juga: Peringati 2 Tahun Masa Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, Aliansi Bali Tidak Diam Sampaikan 11 Tuntutan

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, mengatakan, 11 armada tersebut disiapkan untuk memfasilitasi kepentingan masyarakat.

Terutama kepentingan yang bersifat emergency, seperti mengantar orang sakit, sekolah, dan sebagainya.

Selain itu, lanjut Agus, armada-armada ini juga diperuntukkan bagi tim gabungan dalam pendistribusian logistik dua hari sekali, kepada warga di tiga desa yang terisolasi akibat longsor.

Karena sangking dibutuhkannya armada danau ini, Agus mengimbau agar para pemberi bantuan menyerahkan bantuannya kepada tim gabungan di Posko Kedisan saja.

"Percayakan pada kami (tim gabungan). Biar kami yang mengelola. Nanti pasti tersalurkan ke masyarakat," tegasnya.

Mengenai update rekapitulasi kerugian akibat bencana, Agus mengatakan memasuki hari ke lima ini total kerugian telah mencapai Rp. 7 miliar lebih.

Terkait titik kerusakan, pihaknya mengaku masih terus melakukan validasi data.

"Yang jelas kerusakan hampir merata terjadi di empat kecamatan di Kabupaten Bangli. Dan yang terparah terjadi di Kecamatan Kintamani," tandasnya. (mer)

Berita terkait Gempa Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved