Breaking News:

Berita Denpasar

Bebas Seusai Jalani Pidana 5 Bulan Penjara Atas Kasus Penganiayaan, WN Lithuania Akan Dideportasi

Setelah mendekam selama lima bulan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Mantas V akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Tribu Bali/ Istimewa
Ilustrasi Deportasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah mendekam selama lima bulan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Mantas V akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Warga Negara Asing (WNA) asal Lithuania menjalani masa pidana setelah divonis bersalah terkait kasus penganiayaan.

Dengan bebasnya napi tersebut, pihak Lapas Kerobokan menyerahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk selanjutnya diberikan sanksi berupa pendeportasian. 

"Selama dalam masa pidana, yang bersangkutan berkelakuan baik dan menaati peraturan yang telah ditetapkan. Sebagaimana tugas dan fungsinya, Lapas Kerobokan telah melaksanakan pembinaan, bimbingan sosial dan kerohanian."

Baca juga: UPDATE Kasus Penganiayaan di Sading Badung, Kasat Reskrim:Yang Berseteru Sebenarnya Saksi dan Korban

"Semuanya berjalan lancar sebelum akhirnya yang bersangkutan dibebaskan," terang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk dalam siaran persnya, Jumat, 22 Oktober 2021.

Jamaruli Manihuruk menyatakan, pelaksanaan pembebasan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembebasan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) WNA.

SOP-nya seperti dilakukannya pemeriksaan barang bawaan yang bersangkutan oleh petugas lapas. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Setelah Lama Diburu, WNA Asal Nigeria yang Lakukan Penganiayaan di Kuta Utara Akhirnya Ditangkap

Sambung Jamaruli Manihuruk, saat ini yang bersangkutan telah diserahterimakan ke pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dengan pengawalan petugas untuk mendapatkan sanksi berupa pendeportasian dan sedang dilakukan pemeriksaan. 

"Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai telah membuat surat pemberitahuan, ditujukan kepada kedutaan Negara yang bersangkutan perihal yang bersangkutan akan ditempatkan di ruang detensi untuk menunggu jadwal pendeportasian," tutup Jamaruli Manihuruk. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved