Info Populer
KAPAN Gelombang ke-22 Dibuka? Simak Tentang Program Kartu Prakerja
Berikut adalah penjelasan kapan gelombang ke-22 Kartu Prakerja dibuka serta penjelasan tentang program Kartu Prakerja.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Noviana Windri
TRIBUN-BALI.COM – Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi kapan Gelombang 22 Program Kartu Prakerja dibuka.
Menurut Head Of Communication PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu menjelaskan bila Gelombang 21 Kartu Prakerja merupakan rangkaian akhir dari program Kartu Prakerja.
Hal tersebut berdasarkan data alokasi dari anggaran pemerintah untuk semester II dengan besar nominal Rp 21,2 triliun.
Peserta yang telah lolos gelombang ke-21 Kartu Prakerja telah resmi diumumkan pada Rabu, 22 September 2021 kemarin.
Namun, antusias yang tinggi dari masyarakat yang belum lolos pada gelombang kemarin masih menunggu-nunggu terkait pembukaan Gelombang 22 Kartu Prakerja.
Baca juga: Hari Ini Terakhir, Segera Akses www.prakerja.go.id untuk Beli Pelatihan Kartu Prakerja Gelombang 21
Baca juga: CATAT! Berikut Ini Batas Akhir Pembelian Pelatihan Pertama Bagi Penerima Kartu Prakerja Gelombang 21
Lebih lanjut, Louisa mengatakan pihaknya kini tengah memantau terkait pencabutan status keikutsertaan program Kartu Prakerja Gelombang 18 hingga 21.
"Kami terus memantau kepesertaan yang dicabut dari gelombang 18-21 karena tidak membeli pelatihan pertama,” tuturnya dikutip Tribunnews.com pada Jumat, 22 Oktober 2021.
Setelah pencabutan keikutsertaan, Louisa mengatakan akan menentukan jadwal dibukanya Gelombang 22 Kartu Prakerja.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan bila Program Kartu Prakerja akan terus diperpanjang.
“Ini gelombangnya sudah ke-21, jadi tahun depan juga akan ada Kartu Prakerja,” jelasnya dikutip dari Antara.com pada Jumat, 22 Oktober 2021.
Airlangga mengatakan bila tahun depan, Program Kartu Prakerja masih sama untuk 6 bulan kedepan.
Namun, hal tersebut akan berubah sesuai dengan keadaan pandemi Covid-19 di indonesia.
“Nanti enam bulan kedua kita lihat bagaimana situasi pandemi Covid-19,” jelasnya.
Baca juga: Berikan Manfaat Bagi Mantan Pekerja Migran, Menko Airlangga Semangati Penerima Kartu Prakerja di NTB
Lebih lanjut, Airlangga juga mengatakan bila alumni Prakerja sebagian besar telah mendapatkan pekerjaan.
Selain itu, sebagian dari mereka ada yang memutuskan menjadi wiraswasta.
"Ada wiraswasta yang belum berani berhutang karena bisnisnya masih mencoba, namun yang sudah stabil omzetnya sampai Rp3 juta sampai Rp15 juta sudah berani berutang," kata dia.
Cara Membeli Pelatihan Prakerja
Dikutip dari Tribunnews.com pada Jumat. 22 Oktober 2021 berikut adalah cara membeli pelatihan pertama Kartu Prakerja.
1. Cek dashboard akun Prakerja untuk memastikan dana pelatihan sudah tersedia.
2. Bandingkan pelatihan di Bukalapak, Mau Belajar Apa, Pintaria, Pijar Mahir, Sisnaker, Sekolahmu, atau Tokopedia.
3. Tonton video tentang Kartu Prakerja yang ada di dashboard sebelum membeli pelatihan pertama.
4. Pilih pelatihan sesuai kebutuhanmu.
5. Beli pelatihan dan bayar dengan Nomor Kartu Prakerja.
Baca juga: Terdaftar Sebagai Peserta Kartu Prakerja Gelombang 20? Lakukan Hal Ini Guna Menghindari Blacklist
6. Batas waktu pembelian pelatihan adalah 30 hari sejak menerima SMS pengumuman.
Bila lewat dari waktu tersebut, maka kepesertaan akan dicabut.
Namun sebelumnya, Anda dapat mengecek dashboard akun Prakerja di www.prakerja.go.id untuk memastikan dana pelatihan sudah tersedia.
Kapan Survei Evaluasi ke-3 akan Keluar?
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja mengumumkan akan mengadakan program Survei Evaluasi ke-3.
Dikutip dari media sosial Instagram resmi Kartu Prakerja @prakerja.go.id pada Senin, 11 Oktober 2021 menjelaskan bila survei tersebut akan dilaksanakan pada 1 November 2021 mendatang.
Survei Evaluasi ini memiliki tujuan untuk mengukur dampak pelatihan dalam program Kartu Prakerja.
Tentang Kartu Prakerja
Dikutip dari media social Instagram Kartu Prakerja @prakerja.go.id pada Rabu 20 Oktober 2021, program Kartu Prakerja merupakan program yang dicetuskan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Februari 2019 sebagai program yang akan digulirkannya jika ia terpilih sebagai Presiden.
Baca juga: Terdaftar Sebagai Peserta Kartu Prakerja Gelombang 20? Lakukan Hal Ini Guna Menghindari Blacklist
Ketika akhirnya terpilih, Kartu Prakerja pun segera diwujudkan dalam program yang dilaksanakan sepenuhnya secara digital.
Hingga kini, Kartu Prakerja telah menjangkau lebih dari 11 juta penerima dari Sabang sampai Merauke.
Sedangkan nilai tes kompetensi penerima Kartu Prakerja rata-rata meningkat dari 59 menjadi 73.
Selain itu, 42,4 persen peserta Kartu Prakerja menggunakan insentifnya untuk modal usaha menurut survei CSIS per tanggal 27 Juni hingga 2 Agustus 2021. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/daftar-kartu-prakerja.jpg)