Breaking News:

Nasional

Kencan Pakai Mobil Patroli, Oknum Polisi Dimutasi ke Jabatan Baru

Buntut panjang menggunakan mobil Patroli untuk berkencan, Oknum polisi kini di pindah tugaskan. Kepala Korps Lalu Lintas Irjen (Pol) Istiono memutasi

Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
ilustrasi mobil PJR 

Sebaliknya, tidak boleh dipakai untuk pacaran.

"Nggak boleh. Kendaraan ya untuk dinas," kata Irjen Pol Istiono dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (22/10/2021).

Karenanya, Irjen Pol Istiono menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi agar Bripda AB dimutasi menjadi staf di Korlantas Polri jika terbukti menyalahgunakan fasilitas mobil dinas.

"Dimutasi di staf bila terbukti salah," ujar Irjen Pol Istiono.

Baca juga: Pekan Kedelapan Liga 1: Diawali Duel Seru Persib vs PS Sleman, Ditutup Bali United vs Bhayangkara FC

Nasib Bripda AB Miris

Tak hanya diperiksa, Bripda AB kabarnya telah ditahan pihak kepolisian.

Sebab pihak Propam Mabes Polri yang langsung turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo mengatakan, setelah kasus itu viral pihaknya segera menahan Bripda AB atas pelanggaran tersebut.

"Yang bersangkutan sudah diamankan di Biro Paminal Mabes Polri dan segera kami tahan setelah proses pemeriksaan," ujar Irjen Ferdy Sambo dilansir dari Tribunnews.com

Sambo mengatakan penahanan akan dilakukan usai pemeriksaan terhadap AB rampung.

Selain ditahan, AB juga terancam dicopot dari satuannya.

"Dan copot yang bersangkutan dari fungsi lantas," imbuh Irjen Ferdy Sambo.

Baca juga: Soal Pencabutan Larangan Berpergian Warganya ke Luar Negeri, Konjen Australia Surati Kadispar Bali

Komentar Kompolnas

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut menanggapi kasus polisi menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyayangkan adanya kasus oknum polantas yang menyalahgunakan kendaraan dinas untuk pacaran.

Menurut Poengky Indarti, kendaraan dinas dibeli dengan menggunakan uang APBN.

Sehingga tidak sepatutnya digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Memang benar, kendaraan dinas itu hanya boleh digunakan untuk dinas. Karena uang yang digunakan untuk membeli mobil dinas dan bensin serta tolnya adalah dana APBN. Sehingga semua ASN, TNI-Polri yang diberikan mobil dinas harus benar-benar menggunakannya untuk dinas," ujar Poengky Indarti saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (21/10/2021).

Menurut Poengky Indarti, sudah sepatutnya aparatur negara menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan dinas bukan untuk kepentingan pribadi.

"Semua harus sadar, tahu diri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam penggunaannya. Untuk semua keperluan pribadi, ya harus menggunakan milik pribadi," tuturnya.

Karenanya, Poengky Indarti meminta anggota Polri bersikap profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Selain itu, gaya hidup anggota Polri juga turut disoroti.

"Profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas juga termasuk penilaian atas perilaku dan gaya hidup anggota. Sebagai anggota Polri, harus bersikap sederhana, bisa membedakan mana tugas dan mana pribadi," ujarnya.

Poengky Indarti menyampaikan bahwa Kompolnas mengapresiasi Propam Polri yang sigap dengan memeriksa oknum polantas tersebut.

Dia meminta seluruh pihak menunggu hasil pemeriksaan Propam.

"Propam yang sigap bertindak menindaklanjuti perintah Kapolri untuk memeriksa oknum anggota yang diduga melakukan pelanggaran. Kita tunggu pemeriksaan Propam," tegas Poengky Indarti.(*)

Berita Nasional Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi yang Pacaran Pakai Mobil Patroli Didisplinkan, Propam Polri: Dimutasi Jadi Staf"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved