Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Kesetrum Vibrasi Energi Pak Kyai

Apakah yang dimaksud dengan pancaran itu adalah aura? Vibrasi, radiasi atau resonansi energi? Ataukah apa lagi?

Tayang:
Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
pixabay
Foto ilustrasi tentang getaran gelombang 

Memang telah lama saya berdoa untuk dipertemukan dengan guru yang bisa membimbing saya.

"Ini kah guru yang saya cari-cari dan kerap saya mohonkan kehadirannya dalam doa?"  demikian berulang kali mencuat pertanyaan dalam batin saya setelah pertemuan itu.

                                                                           ***

David R. Hawkins mengungkapkan, kesadaran memuat energi. Semakin tinggi level kesadaran seseorang, semakin besar  kekuatan energi yang terpancar darinya.

Disebutkan juga, energi bervibrasi, dan karena itu memiliki frekuensi.

Dalam neurosains dikenal level-level gelombang otak (brain wave) manusia antara lain beta, alfa, theta, dan delta. Masing-masing memiliki rentang frekuensi berbeda, dan bisa jadi indikator tentang situasi psikis seseorang.

Nah, apakah saat itu vibrasi energi kesadaran pak kyai sedang nyetrum ke saya karena ada keselarasan frekuensi sebagaimana ungkapan dalam bahasa Jawa tumbu oleh tutup (wadah yang menemukan tutup pasangannya dengan klop, red)?

Iya, saya meyakini itu.

Sebab, setelah pertemuan pertama itu, setiap kali saya bertemu beliau di kesempatan-kesempatan berikutnya, perasaan lega selalu saya alami. Bahkan, baru melihat kehadirannya dari jarak agak jauh, perasaan saya sudah gembira. Seperti anak kecil yang ditilap ibunya ke pasar, dan gembira dengan polosnya ketika kemudian melihat ibunya pulang ke rumah. Atau, seperti daftar soal ujian yang menemukan kunci jawabannya. 

Baca juga: Kisah Uang Berkaki Empat dan Pandemi

Pernahkah anda merasakan ketika ada seseorang masuk ke sebuah ruang pertemuan, kemudian suasana seperti tiba-tiba terasa tenang dan lega ?

Sebaliknya, pernahkah juga anda menjumpai keadaan tatkala ada seseorang masuk ke suatu tempat acara, dan kehadirannya justru membawa aura dalam ruangan tiba-tiba seperti diliputi rasa tegang, kaku, sebal, dan mood negatif lainnya?

Bagaimana pendapat(an) Anda?

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved