Breaking News:

Bali

Pariwisata Bali Masih Ditopang Wisatawan Domestik, Ketut Budi: Aturan PCR akan Kurangi Kunjungan

Aturan baru terkait perjalanan dalam negeri yang mewajibkan test RT-PCR dikritisi berbagai pihak. Salah satunya, Ketut Budi, pelaku Pariwisata Bali. 

Penulis: Ragil Armando | Editor: Harun Ar Rasyid
tribun bali/Zaenal
Sebuah Pesawat Melintas di landasan pacu Bandara I Gustri Ngurah Rai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aturan baru terkait perjalanan dalam negeri yang mewajibkan RT-PCR dikritisi berbagai pihak.

Salah satunya, Ketut Budi, Driver Freelance dan pelaku pariwisata Bali.

Ketut Budi tidak sepakat dengan aturan terbaru yang dikeluarkan pemerintah mengenai pelaku perjalanan dalam negeri.

Sebelumnya, Pemerintah mengeluarkan pengaturan syarat pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) tujuan ke Jawa-Bali untuk moda transportasi udara.

Pemerintah mewajibkan calon penumpang transportasi udara di Jawa-Bali untuk menunjukkan dua dokumen yaitu kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sample-nya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24jam sebelum keberangkatan.

Terkait hal ini, Ketut Budi mengatakan bahwa penerapan peraturan tersebut justru akan membuat jumlah tamu domestik ke Bali semakin menurun.

Tidak setujunya Ketut Budi cukup beralasan, menurutnya, saat ini pariwisata Bali ditopang oleh para tamu domestik yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara.

“Kami driver freelance sangat berat sebenarnya, dengan adanya instruksi baru tentang tamu yang ke Bali harus PCR lagi, itu membuat tamu yang ke Bali lebih sedikit lagi. Sedangkan di Bali kan baru pemulihan ekonomi, sekarang udah mulai ramai, dan sekarang ada aturan baru itu akan membuat tamu sepi lagi,” tegasnya.

Baca juga: Syarat dan Aturan Terbaru Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Via Darat, Laut dan Udara

Senada dengan Ketut Budi, Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta mengaku heran dengan diterapkannya kebijakan tersebut.

“Saya selaku anggota dewan wakil Bali, yang merupakan daerah destinasi pariwisata menolak dilakukanya Test PCR untuk penumpang dari dan ke Jawa-Bali,” tegas Parta, Jumat 22 Oktober 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved