Breaking News:

Berita Klungkung

Pasar Jungutbatu Gagal Dibangun Tahun Ini, Puluhan Pedagang Tempati Lapak Darurat Sampai 2022

Puluhan pedagang di Pasar Jungutbatu, Nusa Penida harus berjualan di lapak darurat sampai tahun 2022 mendatang.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Rombongan Pemkab Klungkung saat menyambangi Pasar Jungutbatu, Nusa Penida belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Puluhan pedagang di Pasar Jungutbatu, Nusa Penida harus berjualan di lapak darurat sampai tahun 2022 mendatang.

Hal ini karena pembangunan Pasar Jungutbatu pada tahun 2021 harus dihentikan, karena tidak profesionalnya rekanan dalam bekerja.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa mengungkapkan, tahun ini Pemkab menggarkan pembangunan Pasar Jungutbatu itu dianggarkan Rp3,2 miliar.

Namun pemenang tender melakukan penawaran sampai Rp2,6 miliar dan pengerjaanya sudah dimulai April 2022.

Nilai penawaran yang jauh dari anggaran awal itu, membuat pemenang tender tidak bekerja dengan profesional.

Disperindag dan FPPD Kota Denpasar Siap Optimalisasi Peran Pasar Rakyat

Bahan bangunan yang digunakan pun tidak sesuai spesifikasi, sehingga pemkab memutuskan pengerjaan proyek pasar rakyat itu harus dihentikan.

"Tahun ini pembangunan Pasar Jungutbatu dihentikan, karena pemenang tender mengerjakan proyek itu tidak sesuai standar. Jadi tidak ada kerugian negaranya," ungkap Ardiasa belum lama ini.

Ia mencontohkan adanya bahan material, misalnya penggunaan besi yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

Pemkab pun mengambil keputusan tegas melakukan blacklist terhadap rekanan tersebut, dan pengerjaan Pasar Jungutbatu baru akan kembali ditenderkan pada tahun 2022 mendatang.

Padahal sudah ada sekitar 40 pedagang yang direlokasi ke bangunan darurat.

Baca juga: Topeng Arsa Wijaya Diminati Pasar Singapura hingga Amerika

Para pedagang ini terpaksa lebih lama menempati lapak dengan atap terpal, karena bangunan lama mereka sudah dibongkar.

"Kasihan juga pedagangnya karena harus menunggu lebih lama. Nanti pembangunan Pasar Jungutbatu kembali terlaksana tahun 2022," jelas Ardiasa. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved