Breaking News:

Berita Bangli

Pasca Gempa Bumi, KPH Bali Timur Temukan Rekahan-rekahan Tanah di Bukit Abang

Pasca gempa bumi yang berdampak pada musibah tanah longsor di Bukit Abang, Kintamani, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung

Istimewa
Tim PVMBG, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, dan KPH Bali Timur saat melakukan kajian teknis terhadap rekahan di bukit Abang pada Jumat 22 Oktober 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pasca gempa bumi yang berdampak pada musibah tanah longsor di Bukit Abang, Kintamani, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung melakukan kajian teknis di tempat tersebut.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Jumat 22 Oktober 2021, tim menemukan adanya rekahan-rekahan tanah.

Baca juga: Gempa Rusak 21 Sekolah di Bangli Bali, Warga Butuh Bantuan Tandon Air dan Lainnya

Baca juga: Cerita Ibunda Lionel, Korban Gempa di Desa Trunyan Bangli, Firasat Sang Adik Mimpi Ibunya Meninggal

Kajian teknis dilakukan bersama PVMBG, BPBD Provinsi, BPBD Bangli, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur.

Pelaksanaan kajian tersebut bermula dari temuan petugas KPH Bali Timur akan rekahan-rekahan tanah di jalur pendakian Bukit Abang, pasca terjadinya gempa tanggal 16 Oktober. 

Atas kondisi ini pula, Kepala UPTD KPH Bali Timur, I Made Warta mengimbau pada masyarakat maupun komunitas pendaki untuk sementara tidak melakukan pendakian di Bukit Abang.

"Sambil menunggu hasil kajian lebih lanjut, pendakian gunung Abang kami tutup sesuai dengan rekomendasi tim," ucapnya.

Baca juga: Kerugian Gempa Tembus Rp 4,9 M, BPBD Bangli Catat Kerusakan di 285 Lokasi

Baca juga: Rumah Pensiunan Guru di Susut Bangli Dibobol Maling, Perhiasan Emas Senilai Rp 60 Juta Raib

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi menjelaskan, tujuan dari PVMBG Bandung adalah untuk melakukan kajian teknis di Bukit Abang.

"Mereka saat ini baru melakukan pengamatan. Nanti selanjutnya mereka akan membawa alat-alat penunjang, salah satunya berupa drone untuk melakukan pengamatan dari atas," ujarnya.

Upaya ini untuk mematangkan kajian teknis.

Sebab hasil kajian tersebut, nantinya akan keluar dalam bentuk rekomendasi tertulis yang ditujukan pada pemerintah daerah, dalam mengambil tindakan-tindakan antisipasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved