Breaking News:

Berita Denpasar

Pemerintah Australia Akan Cabut Larangan Perjalanan Internasional Bagi Warganya

Rencana pemerintah Australia yang akan mencabut pembatasan dan larangan perjalanan lintas negara atau internasional bagi warga negaranya

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan mancanegara menggunakan masker saat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Jumat (31/1/2020) lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR– Rencana pemerintah Australia yang akan mencabut pembatasan dan larangan perjalanan lintas negara atau internasional bagi warga negaranya pada 1 November 2021 mendatang mendapat sambutan dari pelaku pariwisata Bali.

Baca juga: Syarat dan Aturan Terbaru Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Via Darat, Laut dan Udara

Baca juga: Anggota DPR RI Nyoman Parta dan Pelaku Pariwisata Tolak Syarat Masuk Bali Pakai Tes RT-PCR

Bahkan, para pelaku pariwisata menyebut jika pencabutan tersebut mulai berlaku, maka menurutnya para wisatawan dari Australia otomatis akan mulai membanjiri Bali seperti sebelum pandemi Covid-19.

Sehingga diharapkan akan kembali memutar perekonomian Bali dan menyumbang devisa bagi Indonesia.

Baca juga: WNA dan WNI yang Belum Vaksinasi Covid-19 Tetap Bisa Masuk Indonesia, Berikut Ini Ketentuannya 

Baca juga: PHRI Badung Sayangkan Kebijakan Wajib Menunjukkan PCR (H-2), Sebut Justru Akan Beratkan Wisatawan

“Kami sebagai pelaku pariwisata khususnya driver freelance sangat seneng mendengar berita dari pemerintah Australia yang akan mencabut larangan bepergian untuk warga Australia karena itu otomatis akan ada tamu-tamu dari Australia berkunjung ke Bali untuk memulihkan ekonomi Bali dan Indonesia,” kata seorang pelaku pariwisata Bali, Ketut Budi saat dikonfirmasi Tribun Bali, Jumat 22 Oktober 2021.

Pun begitu, ia berharap agar kebijakan karantina 5 hari tersebut dapat direvisi kembali oleh pemerintah menjadi 3 hari.

Pasalnya, menurut dia para wisatawan Australia rata-rata berkunjung ke Bali selama 5 sampai 6 hari.

Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Diwajibkan Menunjukan Hasil Negatif PCR, Berikut Ini Biaya Tes PCR Terbaru

Apalagi, biaya karantina yang cukup mahal dikhawatirkan justru membuat para wisatawan enggan berkunjung ke Bali.

Baca juga: Ketahui Pentingnya Melakukan Karantina Selama 5 Hari Bagi Pelaku Perjalanan Dari Luar Negeri 

Baca juga: Syarat dan Aturan Terbaru Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Via Darat, Laut dan Udara

“Kalau karantina kalau menurut saya itu tiga hari sudah cukup dengan standarnya harus vaksinasi dua kali, kalau sudah dua kali maksimal tiga hari sudah cukup karena tamu Australia jarang ada yang sampai seminggu-dua minggu, maksimal 5-6 hari. Kalau karantina 5 hari, kalau seminggu, cuma 2 hari dong untuk liburan dan bayar karantina mahal, kami mohon dikurangi lah untuk orang luar,” paparnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved