Breaking News:

Berita Gianyar

Setujui Tiga Poin Kesepakatan, Penandatanganan Perdamaian Desa Adat Jero Kuta Pejeng Berproses

Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, bersama warga yang diajak berkonflik menggelar pertemuan

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali bersama warga yang diajak berkonflik menggelar pertemuan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Gianyar, Kamis 21 Oktober 2021 - Setujui Tiga Poin Kesepakatan, Penandatanganan Perdamaian Desa Adat Jero Kuta Pejeng Berproses 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, bersama warga yang diajak berkonflik menggelar pertemuan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Gianyar, Bali, Kamis 21 Oktober 2021.

Dalam pertemuan tersebut dibahas butir-butir kesepakatan yang akan dijadikan draf perdamaian antara kedua belah pihak.

Namun pada pertemuan yang berlangsung tidak sampai satu jam tersebut, tiga poin perdamaian telah disepakati.

Kedua pihak akan kembali menggelar pertemuan yang ditengahi oleh pihak Kesbangpol Gianyar, yakni membahas teknis penyertifikatan tanah tebe di kemudian hari agar tidak dipersulit.

Baca juga: UPDATE Sidang Perkara Sengketa Lahan di PN Gianyar, Desa Adat Guwang Gugat Balik Gde Dharma Rp 100 M

Dalam pertemuan tersebut nantinya mendatangkan Perbekel Pejeng dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gianyar.

Selain itu, warga juga meminta dalam pertemuan nanti agar dipertemukan dengan Kapolres Gianyar dan Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar.

Mereka ingin memastikan apakah setelah laporan mereka dicabut, semua akan bisa selesai begitu saja.

Tiga poin telah disepakati kedua belah pihak, yakni pembatalan sertifikat tanah tebe yang sebelumnya atas nama desa adat, atau dalam kata lain, status tanah tersebut akan dinolkan kembali.

Poin kedua, pencabutan sanksi adat kepada krama.

Sebelumnya, dua orang krama diberikan sanksi 'pengusiran' dari tanah adat dan sanksi tidak mendapatkan pelayanan adat pada ratusan krama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved