Breaking News:

Sponsored Content

DPD HKTI Bali Akan Gelar Musda, Ketua Dewan Penasehat: HKTI Bali Tidak Boleh hanya Berteori

DPD Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali akan segera melaksanakan musyawarah daerah (Musda) kedelapan.

Tribun Bali/Putu Supartika
Konferensi pers Musda kedelapan DPD HKTI Bali di Gujji Coffe, Jalan Merdeka, Denpasar, Bali, Sabtu 23 Oktober 2021. 

Ketua Dewan Penasehat DPD HKTI Bali yang juga Ketua Steering Committe, I Komang Gde Subudi mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi bagi yang ingin mencalonkan diri menjadi ketua HKTI Bali dalam Musda ini.

Petama harus pernah menjadi ketua DPC atau DPD sekurang-kurangnya 5 tahun, kedua didukung minimal oleh 1 DPC, dan maksimal berusia 57 tahun.

Baca juga: Diduga Mabuk, 3 Orang Alami Luka Serius Setelah Mobil Minibus Tabrak Pintu Toko Bangunan di Denpasar

“Juga harus kredibel, punya fasilitas otoritas pelatihan, memiliki kemampuan managerial, punya akses baik kepada pemangku kebijakan. Ke depannya HKTI Bali tidak boleh hanya berteori saja, tapi harus konkret,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris HKTI Bali, Dewa Nyoman Sudita mengatakan, terakhir HKTI Bali melakukan Musda pada tahun 2016 lalu.

Dalam perjalanannya, organisasi ini menempatkan diri pada kondisi independent, tidak berafiliasi pada partai politik manapun.

“Pada Musda kali ini merupakan penentuan karena memilih ketua umum yang baru, karena yang sekarang sudah tiga kali menjabat sehingga tidak mungkin kembali jadi ketua,” katanya.

Baca juga: Kawasan Heritage Gajah Mada Akan Dijadikan Lokasi Denpasar Festival 2021

Selama perjalanannya, HKTI Bali telah melakukan berbagai kegiatan advokasi kepada petani terkait permasalahan yang dihadapi petani kepada stake holder terkait.

Setiap tahunnya juga selalu melaksanakan kegiatan penghijaun dimana terakhir dilaksanakan di Desa Ban, Karangasem.

“Kami juga memberikan pelatihan bekerja sama dengan ALC, Pascasarjana Warmadewa terkait dengan srategi agrobisnis. Juga melatih pemuda melakukan urban farming, serta kerja sama dengan komunitas eco enzyme untuk penyemprotan sampah di TPA Suwung,” katanya.

HKTI ini tak hanya menaungi petani juga peternak, nelayan, termasuk petani garam. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved