Breaking News:

Berita Bali

Sanksi Deportasi Menanti Wisman yang Tak Taati Aturan Karantina 5 Hari atau Langgar Prokes di Bali

"Selain Sanur, Ubud dan Nusa Dua sebagai green zone ditambah kawasan Kuta sebagai kawasan keempat penyangga tiga green zone

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kalaksa BPBD Provinsi Bali saat ditemui awak media usai menghadiri apel gelar pasukan kesiapan kedatangan wisatawan mancanegara di Provinsi Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA  - Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali kini resmi telah menyiapkan sebanyak 55 hotel untuk karantina mandiri bagi wisatawan mancanegara dari sebelumnya sebanyak 30 hotel.

"Selain Sanur, Ubud dan Nusa Dua sebagai green zone ditambah kawasan Kuta sebagai kawasan keempat penyangga tiga green zone.

Kawasan Kuta juga diverifikasi beberapa hotel, jadi sampai saat ini ada 55 total hotel yang berada di 4 kawasan itu," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Sabtu (23 Oktober 2021).

Total 55 hotel untuk karantina mandiri bagi wisatawan mancanegara itu tersedia sebanyak 11.734 kamar untuk mengakomodir kedatangan wisman ke Bali.

Baca juga: Masuk Bali Lewat Bandara Wajib PCR, Satgas Covid-19 Kuatkan dan Ketatkan Pintu Masuk Darat dan Laut

Mengawasi tidak terjadi pelanggaran wisman saat masa karantina atau keluar hotel sebelum selesai masa karantina, pihaknya melakukan pengetatan pengawasan di hotel selama 24 jam dengan melibatkan unsur gabungan ada pos kesehatan dari KKP termasuk klinik kesehatan yang disediakan oleh hotel, juga petugas keamanan TNI-POLRI dan Satgas Covid-19 Provinsi yang diwakili Satpol PP.

"Setiap hotel wajib menyiapkan satgas lokal dengan komandannya itu adalah Chief Security hotel tersebut, dialah yang akan berkoordinasi dengan unsur TNI-POLRI yang berada di kawasan melakukan pengawasan 24 jam 1 hari, 7 hari dalam seminggu," tegas Made Rentin.

Jika terdapat wisman melanggar aturan karantina (keluar jalan-jalan dari hotel dimasa karantina dan melarikan diri saat masa karantina), ia mengatakan tegas sesuai yang dikatakan pak Gubernur akan di deportasi.

"Tegas pak Gubernur mengatakan terhadap WNA yang melanggar, baik me langgar prokes melanggar aturan di deportasi," ucapnya.

Lama karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang memasuki Indonesia kini selama 5 hari.

Waktu karantina ini berubah dari sebelumnya 8 hari.

Perubahan lama karantina ini berdasarkan aturan kedatangan pelaku perjalanan internasional di masa pandemi Covid-19 yang diperbarui pemerintah.

Dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021, ada beberapa aturan yang wajib dipenuhi pelaku perjalanan asing, baik WNI maupun WNA.

Dilansir dari lembaran SE, pemerintah mewajibkan masa karantina selama lima hari bagi pelaku perjalanan internasional yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved