Breaking News:

Tips Kesehatan

Belum Tentu Serangan Jantung! Inilah 8 Penyebab Nyeri pada Dada, Faktor Psikologis Salah Satunya

Rasa nyeri di dada bisa jadi bukan disebabkan penyakit jantung. Asam lambung, radang pankreas, hingga kodisi psikologis bisa jadi penyebabnya.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
Pexels/freestocks
Ilustrasi - Rasa nyeri di dada bisa jadi bukan disebabkan penyakit jantung. Asam lambung, radang pankreas, hingga kondisi psikologis bisa jadi penyebabnya. 

Herpes zoster tidak ada hubungannya dengan herpes kelamin.

Herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air, dan alasannya timbul kembali pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh sistem imun yang menurun.

Berbeda dengan cacar air, herpes zoster akan terasa sangat perih seperti terbakar.

Apabila herpes muncul di area dada, bisa jadi ini yang menyebabkan nyeri dada anda.

Jika anda menderita herpes zoster, anda harus menghubungi dokter secepatnya.

Gejala lepuh bisa dihindari apabila diobati lebih awal, biasanya diresepkan obat salep.

Baca juga: Idap Herpes Zoster? Ini Cara Penyembuhannya

5. Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan pada lapisan jaringan yang mengelilingi jantung anda.

Seringkali penyebabnya adalah infeksi pernapasan.

Penyebab lainnya bisa jadi gangguan autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

Meskipun perikarditis biasanya jinak, namun dapat memengaruhi kualitas hidup Anda.

Kemungkinan perikarditis dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu hanya dengan beristirahat atau minum obat nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen.

Baca juga: Infeksi Pada Gigi Dapat Memicu Penyakit Jantung, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

6. Pankreatitis (radang pankreas)

Nyeri dada yang bukan serangan jantung bisa jadi juga sama berbahayanya.

Salah satunya adalah pankreatitis akut, yaitu peradangan pankreas secara tiba-tiba.

Pankreas terletak di belakang perut dan rasa sakit akibat pankreatitis bisa menjalar sampai ke dada.

Rasa sakit akibat pankreatitis sangat mendalam dan intens.

Penderita pankreatitis harus segera mendapatkan penanganan medis, menjalani rawat inap beberapa hari untuk mendapatkan antibiotik, cairan IV, dan pereda nyeri.

Baca juga: Inilah 5 Obat Yang Dapat Membantu Mengeluarkan Batu Ginjal Secara Alami, Lemon Salah Satunya

7. Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner atau CAD (Coronary Artery Disease) adalah penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang menyalurkan darah ke otot jantung.

Timbunan kolesterol yang menumpuk pada dinding arteri dapat menyumbat aliran darah dan menimbulkan nyeri dada.

Kondisi CAD juga dapat menyebabkan serangan jantung mendadak, gagal jantung, hingga aritmia.

Apabila anda didiagnosis CAD kemungkinann dokter akan meresepkan statin (obat penurun kolesterol), atau mungkin anda harus melakukan prosedur pemasangan ring jantung, bahkan operasi bypass jantung.

Baca juga: Jenis Minuman yang Dapat Merusak Kesehatan Jantung, Ada Soda Hingga Minuman Berenergi

8. Serangan panik

Kondisi psikologis bisa berdampak pada fisik anda.

Serangan panik atau panic attack bisa terasa seperti serangan jantung.

Selain nyeri dada, gejala lainnya bisa berupa jantung berdebar, berkeringat, gemetar, mual, pusing, dan perasaan seperti menggila.

Serangan panik cenderung muncul tiba-tiba tanpa peringatan.

Stres dan trauma bisa menjadi faktor serangan panik ini.

Jika Anda merasa pernah mengalami serangan panik, sebaiknya periksakan diri anda ke dokter.

Dokter mungkin merujuk anda ke psikolog atau psikiater.

Baca juga: Rasa Lesu Hingga Nyeri Tubuh, Inilah 5 Gejala Anda Mengalami Depresi dan Harus Mencari Pertolongan

Itulah 8 penyebab nyeri dada yang bukan serangan jantung.

Penyebab nyeri dada ini bisa tidak berkaitan sama sekali dengan jantung, bahkan bisa disebabkan faktor psikologis seperti serangan panik.

Bagaimanapun itu, apabila anda merasakan nyeri dada yang mengganggu dan gejala lain yang mengikutinya, segera hubungi dokter.

Dokter yang akan mendiagnosis penyebabnya dan memberikan anda penanganan yang tepat.

 (*/Health)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved