Breaking News:

Berita Nasional

Pelaku Parekraf Keberatan RT-PCR Jadi Syarat Penerbangan, Sandiaga Uno: Akan Kita Pertimbangkan

Ini juga sebagai bagian dari antisipasi terjadinya gelombang 3 yang diperkirakan terjadi di libur Natal dan Tahun Baru

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tangkapan layar kegiatan weekly press briefing bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM - Per tanggal 24 Oktober 2021 kemarin, syarat perjalanan pengguna moda transportasi udara wajib menunjukkan hasil negatif test RT-PCR mulai efektif diberlakukan.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam weekly press briefing, Senin (25 Oktober 2021) mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, dimana pihaknya terus mendorong dilakukannya vaksinasi.

"Dalam bingkai tersebut, yang tidak boleh lepas adalah juga penerapan 3T yakni testing, tracing dan treatment. Dan testing saat ini adalah keniscayaan baru, seiring dengan melandainya penyebaran COVID, namun testing terus kita perkuat," ujar Sandiaga Uno.

Ini juga sebagai bagian dari antisipasi terjadinya gelombang 3 yang diperkirakan terjadi di libur Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali, Begini Kata Menparekraf Sandiaga Uno

"Jadi ini bagian dari kesiapan kita. Tapi tentunya masukan-masukan dari pelaku Parekraf, seperti bagi yang sudah tervaksinasi lengkap hanya akan antigen itu akan kita pertimbangkan dan koordinasikan dengan lintas kementerian/lembaga dan Pemda," imbuh Menparekraf.

Tapi kami minta masyarakat sabar dan tidak euforia dengan dibukanya kembali wisata dan tetap menerapkan prokes ketat dengan melakukan testing.

“Epidemiologi yang akan beri signal ke kita testing seperti apa yg diperlukan, kami siap mengikuti tapi kami tetap minta ke masyarakat agar tetap berhati-hati dalam kegiatan Parekraf,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno menyampaikan Kemenparekraf terus mempeluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan CHSE di destinasi wisata dan sentra ekraf.

Dari minggu ke minggu grafik penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap destinasi wisata, hotel restoran, dan kafe terus mengalami kenaikan.

Sementara untuk update CHSE, pada tanggal 17 Oktober 2021, sertifikasi telah dilakukan pada 5.809 usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Terkait hasil monitoring untuk tempat rekreasi, permasalahan lebih banyak kepada kelancaraan penggunaan aplikasi peduli lindungi. Jadi pada saat hendak scan barcode terjadi penumpukan atau kerumunan," paparnya.

Mengenai hal ini telah didiskusikan dengan pihak Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, dan DTO Kemenkes sedang mencoba untuk bagaimana membuat aplikasi peduli lindungi dapat dilakukan scan kepada pengunjung.

Kalau selama ini pengunjung scan ke barcode, sehingga saat ini sedang dikembangkan supaya pengelola taman rekreasi bisa scan ke pengunjung.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved