Breaking News:

Berita Nasional

Buat Maskapai Cukup dengan 3 Pesawat, Kemenhub Prediksi Banyak Bisnis Penerbangan Baru

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai ada potensi besar maskapai baru hadir usai pandemi.

tribun bali/Zaenal
Ilustrasi pesawat - Buat Maskapai Cukup dengan 3 Pesawat, Kemenhub Prediksi Banyak Bisnis Penerbangan Baru 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai ada potensi besar maskapai baru hadir usai pandemi.

Hal itu lantaran didukung adanya Undang-Undang Cipta Kerja yang mempermudah syarat pembuatan maskapai.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Maria Kristi Endah Murni mengatakan kalau dahulu perlu memiliki 10 pesawat untuk bisa membuat maskapai, dengan beleid baru tersebut hanya perlu tiga pesawat.

"Sekarang dengan adanya UU Cipta Kerja ini (untuk mendirikan maskapai) syaratnya punya tiga pesawat saja sudah bisa terbang reguler," ujarnya dalam FGD Studi Kebijakan Transportasi Udara secara virtual, Selasa 26 Oktober 2021.

Baca juga: Epidemiolog UGM Nilai PCR Tidak Efektif Sebagai Syarat Penerbangan

Selain syarat yang dipermudah, izin berusaha juga menjadi lebih sederhana. Kini untuk mendirikan maskapai, investor cukup mengurus izin melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang berada di bawah BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

"Semua yang ingin mendirikan perusahaan penerbangan mereka cukup ke BKPM dan mendapatkan Nomor Induk Berusaha atau NIB. Kemudian bisa membuat perusahaan penerbangan," imbuhnya.

Kristi mengatakan, dengan kemudahan syarat dan izin mengurus pembuatan maskapai, maka setelah pandemi berlalu yang diikuti peningkatan mobilitas masyarakat, akan menjadi peluang untuk munculnya berbagai maskapai baru di Indonesia.

"Kami memprediksi nantinya akan tumbuh perusahaan penerbangan kecil-kecil di kemudian hari, kalau Covidnya sudah hilang," ungkap dia.

Ia menambahkan, diperkirakan industri penerbangan akan kembali normal pada 2024 mendatang menjadi seperti kondisi di 2019 atau mas sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Garuda Indonesia Dikabarkan Akan Pailit, Ini Daftar 11 Maskapai RI yang Bangkrut

Namun, Kristi meyakini, untuk penerbangan internasional, meski kembali normal tapi kondisinya tidak akan sama persis seperti sebelum pandemi.

Berbeda halnya dengan penerbangan di domestik yang diyakini akan normal kembali seperti masa sebelum pandemi.

"Tapi untuk penerbangan domestik itu saya yakin bisa, karena sekarang ini di Bali saja sehari sudah 15.000 penumpangnya, itu mendekati sama dengan waktu sebelum pandemi Covid-19," pungkasnya. (kontan)

Kumpulan Artikel Nasional

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved