Berita Denpasar

Terkendala Anggaran, Penataan Tiga Sungai di Denpasar Ditunda Tiga Tahun 

Pandemi Covid-19 membuat beberapa proyek di Denpasar harus ditunda.Salah satunya adalah proyek penataan sungai.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
TRIBUN BALI/ PUTU SUPARTIKA
Ilustrasi, kawasan Tukad Badung yang sudah ditata 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Covid-19 membuat beberapa proyek di Denpasar harus ditunda.

Salah satunya adalah proyek penataan sungai.

Rencananya ada tiga sungai yang akan ditata tahun 2020 lalu.

Akan tetapi hingga tahun 2022 nanti penataan ini tak bisa terealisasi.

Tiga sungai yang rencananya ditata yakni Tukad Lobong, lanjutan Tukad Badung, dan Tukad Tagtag.

Baca juga: Kelurahan Pemecutan Kerja Bakti di Sekitar Tukad Badung, Upawana: Bantaran Sungai Sudah Terkikis

Baca juga: Evakuasi Ular Piton 2,5 Meter di Jalan Tukad Badung, Petugas BPBD Denpasar Dililit Kakinya

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Ida Ayu Tri Suci.

Menurut Dayu Trisuci, anggaran penataan sungai sejak Pandemi Covid-19 sudah direfocusing. 

Bahkan tahun 2020 dan tahun 2021 juga tidak mendapatkan anggaran untuk penataan tiga sungai yang melintasi kota Denpasar tersebut.

Untuk Tukad Lobong di yang ada di Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur rencananya akan ditata sepanjang 200 meter.

Adapun anggarannya yakni Rp 1,4 miliar.

"Lanjutan Tukad Badung yakni dari Taman Kumbasari ke utara sepanjang 400 meter dengan anggaran Rp 2,9 miliar," katanya, Rabu 27 Oktober 2021.

Serta penataan lanjutan Tukad Tag-Tag di Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara dengan menambahkan konsep anjungan sekitar 67 meter.

Adapun anggarannya yakni Rp 800 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved