Breaking News:

Berita Klungkung

Antisipasi Pencemaran Laut, Petugas KKP Nusa Penida Evakuasi Bahan Bakar dari Kapal Karam

Kapal tongkang yang karam yang dibiarkan selama berhari-hari di perairan Jungutbatu, Nusa Penida beberapa waktu lalu.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Kapal tongkang yang karam yang dibiarkan selama berhari-hari di perairan Jungutbatu, Nusa Penida beberapa waktu lalu. 

Antisipasi Pencemaran Laut, Petugas KKP Nusa Penida Evakuasi Bahan Bakar dari Kapal Karam

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengeluarkan surat peringatan ke-2, terkait kapal tongkang pengangkut alat berat yang karam di perairan Jungutbatu, Nusa Penida.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran laut akibat dampak karamnya kapal tersebut.

Petugas KKP (Kawasan Konservasi Perairan) Nusa Penida telah mengevakuasi bahan bakar yang diangkut kapal agar tidak mencemari lautan.

Dalam surat peringatan No B.22.523.32/1528/UPTD.KKPB/Disekelkan yang dikeluarkan 25 Oktober 2021, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali meminta pemilik kapal untuk membuat laporan upaya evakuasi atau penarikan kapal. Mengingat kapal itu sudah karam sejak tanggal 16 September 2021.

Hal ini dilakukan untuk menghindari timbulnya permasalahan seperti mengganggu aktivitas wisata bahari, serta mengantisipasi tumpahnya material, minyak, atau limbah lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas perairan di sekitar lokasi budidata rumput laut.

Baca juga: Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 275 Ribu, Cok Ace Sebut Jadi Angin Segar untuk Pariwisata Bali

Kepala KKP Nusa Penida Nengah Sudiarta mengungkapkan, jajarannya beberapa waktu lalu sudah sempat mengecek lokasi karamnya kapal.

Bahkan untuk antisipasi pencemaran laut, staff KKP Nusa Penida sudah mengevakuasi bahan bakar yang dimuat oleh kapal tersebut.

"Staff KKP sudah ke lapangan dan evakuasi bahan bakar dari kapal itu. Ini agar tidak tumpah ke laut, apalagi di sana ada budidaya rumput laut," ungkap Nengah Sudiarta.

Selain itu pihak KKP juga sudah melakukan pengecekan terkait imbas dari karamnya kapal itu. Hasilnya memang tidak ada kerusakan signifikan terhadap terumbu karang di lokasi itu, namun kapal harus segera dievakuasi agar tidak semakin lama karam di lokasi budidaya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved