Breaking News:

Advertorial

BNPB Adakan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial Jika Penyintas Covid-19 Butuhkan Pendampingan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat adakan pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Satgas Covid-19 BNPB.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat adakan pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Satgas Covid-19 BNPB. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat adakan pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Satgas Covid-19 BNPB.

Bukan tanpa alasan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk, memberikan materi kepada para relawan untuk melakukan pendampingan nantinya ke para penyintas Covid-19.

Ketika ditemui, Muhammad Abdul Malik selaku Koordinator untuk pelaksanaan acara kegiatan LDP (Layanan Dukungan Psikososial) utusan BKR Satgas Covid-19 Pusat mengatakan untuk pelatihan hari ini para relawan diberikan peningkatan kapasitas terkait layanan Psikososial.

"Pelatihan relawan ini berlangsung dari tanggal 27 Oktober sampai 1 November mendatang. Hari ini kita memberikan peningkatan kapasitas terkait layanan psikososial. Yang artinya relawan-relawan ini akan memperoleh berbagai materi bagaimana mendampingi para penyintas dalam memulihkan kembali bagaimana mendampingi para penyintas, dalam memulihkan cara berfikir mereka, jiwa mereka dan kemudian memandang lebih baik terhadap persoalan yang mereka hadapi," ungkapnya pada, Kamis 28 Oktober 2021.

Baca juga: Dewa Nawa Sanga, Sebuah Cahaya Inspirasi Bangsa untuk Terus Berkarya

Sebanyak 30 relawan ikuti serta dalam pelatihan BNPB ini. Beberapa diantaranya berasal dari utusan dari lembaga, dan ada juga yang didedikasikan dari pemerintah setempat. Mereka berasal dari orang-orang awam. Seperti mahasiswa, pekerja lepas.

Nantinya kegiatan mereka berupa pendampingan untuk para penyintas Covid-19 agar psikologi nya pulih kembali.

Nantinya tidak hanya pasien Covid-19 yang dari rumah sakit saja yang akan didampingi, artinya orang yang melakukan isolasi mandiri, yang kemudian memerlukan bagaimana cara mengatasi stigma sekitarnya. Ini adalah pendampingan, dimana ketika mereka membutuhkan pertolongan, relawan inilah yang akan kemudian membuka akses tersebut.

"Jadi contohnya adalah ketika orang melakukan isoman di rumah, dan dia merasa ada stigma dari tetangga maka, relawan psikososial akan turun ke tempat untuk memperkuat si penyintas dan mengedukasi masyarakat sekitar. Jadi mengurangi stigma negatif akan Covid-19," tambahnya.

Baca juga: UPDATE: Pejabat di Bakeuda Tabanan Diperiksa KPK Terkait Laporan Keuangan DID 2018

Untuk sementara ini selama 3 hari melakukan pelatihan di Bali, nantinya di dua hari pelatihan mereka akan turun ke lapangan, akan berkunjung ke panti asuhan, kemudian ke panti jompo dan ke Rumah Sakit. Relawan ini siaga bukan hanya untuk Covid-19, tapi juga bersiaga jika terjadi bencana alam yang lain.

"Artinya kita berhadapan dengan krisis ganda, bencana alam disituasi Covid-19. Atau sebaliknya terjadinya bencana alam bersamaan dengan Covid-19. Itu tidak bisa dipisah. Mereka adalah mitra strategis dari pemerintah khususnya badan penanggulangan bencana pemerintah ditingkat Kota dan Provinsi apalagi dua hari yang lalu sudah ada pengukuhan forum relawan penanggulangan bencana Bali. Mereka akan menjadi bagian daripada tim yang mendukung forum tersebut," tutupnya. (*)

Berita Denpasar Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved