Breaking News:

Berita Klungkung

Klungkung Usulkan 4 Tradisi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Salah Satunya Kerajinan Tenun Cepuk

Pemkab mengusulkan empat tradisi atau warisan budaya di Klungkung untuk dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Tradisi Mejaga-jaga di Desa Pakraman Besang Kawan Tohjiwa, Kelurahan Semarapura Kaja, Kabupaten Klungkung beberapa waktu lalu. Tradisi ini diusulkan menjadi warisan budaya tak benda. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Pemkab mengusulkan empat tradisi atau warisan budaya di Klungkung untuk dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2021.

Hal ini disampaikan langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika mengikuti sidang WBTB yang digelar Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Baca juga: Air PDAM di Kampung Gelgel Klungkung Macet, Siswa Kesulitan Cuci Tangan saat PTM di Sekolah

Baca juga: 5 Warung di Klungkung Kena Imbas Balap Liar, Dianggap Jadi Markas Remaja Trek-trekan

Baca juga: IHGMA Catatkan Pembatalan Menginap di Bali Sebanyak 1.596, Penurunan Harga PCR Dinilai Terlambat 

Saat ini sebenarnya sudah ada 2 warisan budaya di Klungkung yang ditetapkan sebagai WBTB, yakni proses pembuatan Wayang Klasik Kamasan dan Tari Baris Jangkang, Nusa Penida. 

Sementara baru diusulkan sebagai WBTB tahun 2021 ini, yakni kerajinan Tenun Cepuk dari Desa Tanglad, Nusa Penida, tradisi Dewa Masraman dari Banjar Timrah, Desa Paksebali, Dawan, Barong Nong nong Kling dari Dusun Suwelagiri, Desa Aan, Banjarangkan dan tradisi Caru Mejaga–Jaga dari Desa Adat Besang Kawah Tohjiwa, Kecamatan Klungkung.

Baca juga: Rokok Ilegal & Tanpa Pita Cukai Beredar di Desa-desa Wilayah Klungkung, Satpol PP Lakukan Penertiban

Baca juga: Kisah Wayan Suparta,Seorang Perajin Bambu di Klungkung Jadi Penopang Ekonomi Keluarga Dimasa Pandemi

"Dari dulu kain cepuk ini sudah ada, namun belakangan ini cenderung di plagiat. Sehingga banyak imitasinya di pasaran. Jadi hal itulah yang mendorong kami untuk menjadikan kain cepuk ini agar bisa dijadikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)," ungkap Suwirta, Kamis 28 Oktober 2021. 

Sehingga tidak hanya menjadi warisan budaya tak benda, kain cepuk diharapkan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi yang berimbas pada kesejahteraan penenunnya.

"Dengan ditetapkan WBTB, tentu nanti ada berbagai upaya dalam pelestarian kain cepuk dan pemerdayaan penenunnya," ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana menjelaskan, kain cepuk merupakan salah satu warisan budaya di Desa Tanglad, Nusa Penida.

Kain ini termasuk kain sakral dan kerap dikenakan saat upacara adat.

Kesenian ini telah diterima secara turun-menurun oleh masyarakat setempat.

Baca juga: IHGMA Catatkan Pembatalan Menginap di Bali Sebanyak 1.596, Penurunan Harga PCR Dinilai Terlambat 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved