Breaking News:

Berita Denpasar

Bobol Deposito Milik Nasabah Senilai Rp62 M, Eka Priyana dan Gede Surya Diganjar Bui Lima Tahun

Setelah mengganjar terdakwa Maidina Rizky Prasentari Putri alias Kiky (35) yang adalah mantan kepala cabang (kacab) Bank Mega di Ubung, dengan pidana

NET
Ilustrasi pembobolan rekening 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah mengganjar terdakwa Maidina Rizky Prasentari Putri alias Kiky (35) yang adalah mantan kepala cabang (kacab) Bank Mega di Ubung, dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Dua terdakwa lainnya yakni Putu Eka Priyana (31) dan I Gede Surya Pratama Putra (30) menyusul dijatuhi pidana.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun terhadap kedua terdakwa tersebut. 

Eka Priyana dan Gede Surya dinyatakan bersalah terlibat pembobolan dana deposito milik nasabah bank swasta tersebut senilai Rp 62miliar. 

Baca juga: Kelabui Warga Ngaku Oknum Polisi, Pelaku Kasus Pengeroyokan di Denpasar Masih Buron

"Terdakwa Eka Priyana dan Gede Surya divonis pidana penjara masing-masing lima tahun, dan denda Rp 15 miliar subsider tiga bulan kurungan," terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana saat dikonfirmasi, Jumat, 29 Oktober 2021.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang dilayangkan JPU. Sebelumnya Jaksa Lanang menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing tujuh tahun. 

"Kedua terdakwa masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Kami, jaksa penuntut juga masih pikir-pikir," terang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu. 

Sama dengan terdakwa Maidina, kedua terdakwa tersebut dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama melakukan tindak pidana Perbankan dan TPPU. Eka Priyana dan Gede Surya pun dijerat Pasal 49 ayat (1) huruf a UU RI No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Juga Pasal 3 jo Pasal 10 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Baca juga: Polisi Temukan Ciri-ciri Pelaku Pembobolan Minimarket di Denpasar

Seperti diketahui, terdakwa Maidina bersama Putu Eka Priyana dan I Gede Surya Pratama Putra (terdakwa berkas terpisah) melakukan perbuatannya itu dari kurun tahun 2014 hingga 2020.

Dalam aksinya, terdakwa Maidina yang merupakan Kacab Bank Mega di Ubung, Denpasar Barat, bekerjasama dengan terdakwa Eka Priyana yang bekerja sebagai staf bagian deposito dan terdakwa Surya Pratama. 

Baca juga: Akibatnya Jika Kartu ATM Tak Diganti Model Chip, Salah Satunya Mengurangi Pencurian Data Nasabah

Ketiganya dinyatakan telah memanipulasi data otentik berupa data nomor telepon milik nasabah di dalam sistem data base Bank Mega.

Mereka memindahkan saldo rekening milik nasabah ke rekening penampung uang hasil kejahatan. Selanjutnya, para terdakwa melakukan pemindahbukuan dana deposito nasabah.

Kasus ini terungkap ketika beberapa nasabah deposito Bank Mega akan mengambil deposito yang sudah jatuh tempo.

Dari hasil penyidikan, ada lebih dari sembilan nasabah yang dibobol dana depositonya dengan dugaan kerugian mencapai Rp 62 miliar. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved