Breaking News:

Berita Buleleng

Bupati dan Kapolres Atensi 4 Desa, Masuk Daerah Rawan Pilkel Serentak Buleleng

Pemungutan suara Pemilihan Perbekel (Pilkel) di 40 desa yang ada di Buleleng, Bali, tinggal beberapa hari lagi.

Istimewa
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto saat memberikan imbauan kepada empat desa yang berpotensi rawan terjadi kericuhan saat Pilkel, Kamis 28 Oktober 2021 - Bupati dan Kapolres Atensi 4 Desa, Masuk Daerah Rawan Pilkel Serentak Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemungutan suara Pemilihan Perbekel (Pilkel) di 40 desa yang ada di Buleleng, Bali, tinggal beberapa hari lagi.

Polres Buleleng telah memetakan ada empat desa yang berpotensi rawan terjadi kericuhan.

Empat desa itu diantaranya Desa Selat Kecamatan Sukasada, Desa Pengastulan Kecamatan Seririt, Desa Kayuputih Kecamatan Sukasada, serta Desa Cempaga Kecamatan Banjar.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengundang seluruh calon perbekel serta panitia, Kamis 28 Oktober 2021.

Baca juga: Polres Buleleng Petakan 4 Desa Berpotensi Rawan Kericuhan Saat Pelaksanaan Pilkel

Dari pertemuan yang diselenggarakan secara tertutup di ruang rapat kantor Camat Seririt itu, Suradnyana mengimbau kepada seluruh calon perbekel dari keempat desa itu agar menjaga situasi agar tetap kondusif.

"Situasinya sampai saat ini masih landai semua. Saya hanya mengingatkan dan mengantisipasi saja, agar jangan sampai terjadi masalah saat Pilkel ini. Jaga Buleleng agar tetap kondusif. Bikin suasana Buleleng tetap damai dan tenang," ucapnya.

Sementara Kapolres Buleleng, AKBP Andrian menyebut sejauh ini pihaknya memang telah menerima beberapa pengaduan dari masyarakat terkait pelaksanaan Pilkel.

Namun pengaduan itu hanya disampaikan oleh masyarakat melalui pesan di WhatsApp (WA).

"Ya ada beberapa pengaduan tapi itu disampaikan di WA. Setelah diselidiki memang sudah agendanya. Ada salah satu calon yang membagikan sembako. Setelah dicek memang sudah jadwalnya untuk berkampanye, jadi tidak menyalahi aturan," jelasnya.

Disinggung terkait pengamanan khusus untuk empat desa yang berpotensi rawan terjadi kericuhan itu, AKBP Andrian mengaku tidak ada pelayanan khusus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved