Breaking News:

Sponsored Content

Diluncurkan Oktober 2020, Kini 1.087 Pelaku Usaha Nikmati Program Electrifying Agriculture PLN

Sejak peluncuran program Electrifying Agriculture Oktober 2020, PLN UID Bali mencatat 1.087 pelaku usaha

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Peluncuran program Electrifying Agriculture pada Oktober 2020 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sejak peluncuran program Electrifying Agriculture Oktober 2020, PLN UID Bali mencatat 1.087 pelaku usaha di bidang pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan telah bergabung mengikuti program ini.

Total daya tersambung September 2021 sebesar 9,39 MVA.

Baca juga: Peringati Hari Listrik Nasional ke-76, PLN Bantu Sambung Listrik Gratis Ribuan Rumah di Bali

Baca juga: PLN Bantu Sambung Listrik Gratis Ribuan Rumah di Bali

Baca juga: Ketua PHRI Badung: Rata-rata Okupansi Hotel di Bali Saat Ini Hanya 20 Hingga 25 Persen

“Antusiasme dari pelaku usaha ini menandakan program Electrifying Agriculture telah berhasil membuktikan efisiensi dan produktivitas bagi usaha mereka,” jelas Oscar Praditya, Manager Pemasaran PLN UID Bali

Oscar menjelaskan rata-rata penghematan biaya operasional yang dapat dicapai oleh pelaku usaha agrikultur jika menggunakan mesin berbasis listrik sekitar 62,20 persen. 

Baca juga: PT PLN (Persero) UPT BALI Laksanakan Kegiatan Penyerahan Bantuan TJSL ke Masyarakat Jembrana

“Efisiensi dan penghematan ini diharapkan mampu memotivasi para pelaku usaha sekaligus juga bisa meningkatkan kemampuan produksinya sehingga nantinya perekonomian Bali mampu terangkat melalui sektor agrikultur ini,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, melalui program ini PLN tidak hanya mendorong produktivitas dan efisiensi bagi pelanggan namun juga memberikan kemudahan akses listrik dan modal.

“Kami bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha agrikultur yang ingin beralih menggunakan mesin – mesin berbasis listrik, sehingga mereka tidak kesulitan dalam hal permodalan untuk membeli peralatan tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas UMK, PLN Kembangkan Gerobak Motor Listrik

PLN sebagai katalisator pembangunan menurutnya memiliki peran penting untuk mendukung pelaku usaha memodernisasi usahanya melalui kelistrikan. 

"Kami berharap kehadiran listrik di tengah sawah, ladang, tambak hingga peternakan membawa berkah dan mendatangkan kesejahteraan bagi pelanggan Electrifying Agriculture," harap Oscar.

Di Bali, program ini telah dinikmati dalam beragam bentuk antara lain penggunaan pompa dan mesin penggilingan berbasis listrik oleh petani bawang di Kintamani, penggunaan lampu untuk perkebunan buah naga di Gianyar, serta peternak ayam dengan sistem kandang tertutup di Klungkung. 

Selain itu juga terdapat juga pemilik tambak udang venema di Jembrana yang turut memanfaatkan program ini demi efisiensi usahanya.

Melalui pelikan, yakni pelayanan listrik perikanan yang diinisiasi PLN UP3 Bali Utara, I Made Nursiman, pemilik tambak udang tersebut merasakan kemudahan dalam menjalankan usahanya.

Baca juga: Ketua PHRI Badung: Rata-rata Okupansi Hotel di Bali Saat Ini Hanya 20 Hingga 25 Persen

Baca juga: Pemerintah Hapus Cuti Natal 2021 & Batasi Mobilitas Saat Libur Nataru, Ini Tanggapan Puan Maharani

“Kalau menggunakan mesin diesel sehari semalam bisa menghabiskan biaya sekitar Rp50 ribu, sedangkan dengan mesin listrik hanya menghabiskan Rp20 ribu,” ungkap Made.

Baca juga: Peringati Hari Listrik Nasional ke-76, PLN Bantu Sambung Listrik Gratis Ribuan Rumah di Bali

Baca juga: PLN Bantu Sambung Listrik Gratis Ribuan Rumah di Bali

Ia pun memuji kesigapan pelayanan PLN dalam merespon permintaan penyambungan untuk tambaknya, sehingga ia pun cepat merasakan manfaat dari program ini.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved