Breaking News:

Berita Jembrana

Terdakwa Pemalsu Surat Rapid Tes di Jembrana Dituntut Sembilan Bulan Penjara

Supriadi Solihin, 28 tahun, terdakwa kasus pemalsuan surat rapid tes dituntut sembilan bulan penjara. 

Shutterstock/Kompas.com
ILUSTRASI- Alat rapid test yang digunakan sebagai alat deteksi virus corona, tes Covid-19, tes corona. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Supriadi Solihin, 28 tahun, terdakwa kasus pemalsuan surat rapid tes dituntut sembilan bulan penjara. 

Terdakwa asal Jember itu menjalani sidang di Pengadilan Negeri Negara.

Baca juga: Kawasan Tibukleneng Perancak Dicanangkan sebagai Zona Mangrove Abadi Jembrana

Baca juga: Pahitnya Hidup Made Profil, Makan Nasi Aking, Putus Sekolah, Kini Jadi Pengusaha Properti Jembrana

Tuntutan sembilan bulan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dihadapan Majelis Hakim.

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, terdakwa Solihin, dijerat dengan pasal 14 ayat 1 UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Terdakwa bukan pembuat surat palsu, tetapi menggunakan identitas palsu untuk meloloskan penumpang.

Ancaman hukuman sendiri sembilan bulan penjara dengan denda Rp1 juta, dan subsider 1 bulan kurungan. 

“Kami tuntut terdakwa karena meloloskan penumpang dengan menggunakan identitas palsu,” ucapnya Jumat 29 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, dalam berkas tuntutan itu sendiri, terdakwa merupakan sopir Travel. 

Yang melakukan tindak pidana dengan modus meloloskan penumpang di penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk.

Terdakwa mengemudikan mobil DK 1442 KJ dengan membawa tiga orang penumpang, menyiapkan KTP dan surat vaksin yang diperoleh dari meminjam dari sopir lain sesama travel.

Terdakwa ditangkap dengan terdakwa lain, yakni Abdul Halim, 28 tahun, yang membawa tujuh orang penumpang yang membawa surat keterangan vaksin dan rapid test milik orang lain yang diperoleh dari sopir travel di Jawa.

Baca juga: Hotel Tugu Bali & Titian Bali Foundation Gelar ARTCanggu, Wujud Dukungan untuk Seni & Seniman Lokal

Baca juga: Pemerintah Hapus Cuti Natal 2021 & Batasi Mobilitas Saat Libur Nataru, Ini Tanggapan Puan Maharani

Baca juga: Kisah Made Profil, Dari Transmigran ke Sulawesi Kini Sukses Jadi Pengusaha Property di Jembrana

Selain itu, dalam kasus surat Rapid tes ini adapun juga terdakwa lain, Heri Kusnandar (39 tahun) dan Yusron Amirulloh (37 tahun) yang membeli surat keterangan rapid test palsu untuk 44 orang penumpang bus dan travel.

Sehingga, total perkara rapid test palsu sejak Pandemi Covid-19, sudah terjadi lima kali di wilayah Jembrana.

Baca juga: Kawasan Tibukleneng Perancak Dicanangkan sebagai Zona Mangrove Abadi Jembrana

Baca juga: Dalami Dugaan Korupsi, Tim Pidsus Kejari Jembrana Geledah Kantor LPD Tamansari

Baca juga: Pelaku Persetubuhan ABG di Jembrana Ditangkap, Ternyata Paman Sendiri, Begini Kronologinya

“Untuk berkas pada kasus pemalsuan surat rapid ini ini dibuat terpisah,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved