Breaking News:

Update Kasus Investasi Ice Mango: Siska Polisikan YNF Terkait Dugaan Perampasan

Update Kasus Investasi Ice Mango: Siska Polisikan YNF Terkait Dugaan Perampasan

Istimewa
Terlapor kasus dugaan investasi bodong, FAV (22) didampingi pengacaranya, Rizal Akbar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terlapor kasus dugaan investasi bodong, FAV (22) juga melapor ke Polda Bali atas dugaan tindak pidana perampasan oleh kawan pengepulnya YNF (22).

FAV alias Siska didampingi ayahnya Fransiscus Robert Agung (56) pada Kamis 28 Oktober 2021 resmi melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali.

Laporan dari ayah dan anak tersebut masing-masing teregistrasi dalam Dumas/850/X/2021/SPKT/POLDA BALI dan Dumas/851/X/2021/SPKT/POLDA BALI. 

Siska menuturkan, terlapor YNF bersama 20 orang lainnya merampas KTP, STNK bersama sepeda motor PCX miliknya.

Baca juga: Dugaan Investasi Bodong Ice Mango di Bali, Get Sampai Rp 2,7 Miliar, Dua Wanita Dilaporkan ke Polisi

Selain itu, Siska mengaku, sebuah handphone juga dirampas bersama sertifikat sebidang tanah.

Perampasan diduga dilakukan YNF dengan dalih sebagai jaminan dari kerugian para korban.

"Barang-barang tersebut dirampas tanggal 8 Oktober dan 10 Oktober 2021 kemarin. Katanya sebagai jaminan dari kerugian miliaran rupiah. Padahal setelah saya hitung di bank, uang itu hanya sekitar Rp 400 sampai Rp 500 juta," ungkap Siska kepada Tribun Bali, Jumat 29 Oktober 2021.

Baca juga: Mahasiswi Usai 19 Tahun Otaki Investasi Bodong, Raup Rp 2 Miliar dari 200 Orang

Dalam posisi keduanya sebagai terlapor kasus dugaan investasi bodong Ice Mango, YNF merupakan kaki tangan dari Siska. Selain itu, ada 34 orang lainnya yang jadi kaki tangan Siska. 

Dalam bisnis yang disebut investasi itu YNF juga punya posisi sebagai admin. Siska mengaku hanya mengetahui 35 orang member saja, 35 member lainnya tidak diketahui oleh Siska. 

"Tak hanya melakukan perampasan mereka juga teror melalui telepon dan pesan WA. HP bapak saya juga disadap. Sebelum terjadi perampasan mereka sudah ketemu saya. Saya minta waktu 5 hari untuk pengembalian uang mereka. Belum lima hari mereka datang dan melakukan perampasan," ungkap Siska. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved