Breaking News:

Info Populer

Cara Mengurus dan Prosedur Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

Sertifikat tanah hasil warisan harus segera dibalik nama agar hak kepemilikannya bisa kuat dan jauh dari masalah.

Editor: Noviana Windri
Kompas
Sertifikat Tanah Warisan 

TRIBUN-BALI.COM - Sertifikat tanah hasil warisan harus segera dibalik nama agar hak kepemilikannya bisa kuat dan jauh dari masalah.

Kepemilikan tanah karena proses warisan biasanya terjadi ketika orang tua sebagai pemilik sahnya meninggal dunia atau sengaja diwariskan ketika mereka masih hidup.

Pewarisan sendiri terbagi menjadi dua jenis.

Pertama adalah pewarisan karena undang-undang atau ab intesto, dan yang kedua adalah pewarisan menurut wasiat atau ab testamento.

Pewarisan hak atas tanah harus segera didaftarkan, maksimal 6 bulan setelah meninggalnya pewaris.

Baca juga: Tradisi Mecak-cakan dan Seni Ukir di Buleleng Batal Masuk Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda

Baca juga: Klungkung Usulkan 4 Tradisi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Salah Satunya Kerajinan Tenun Cepuk

Berdasar Ketentuan PP No. 24/1997, tenggang pendaftaran ini bisa diperpanjang oleh pejabat yang bersangkutan berdasarkan pertimbangan khusus.

Lantas bagaimana prosedur mengurus balik nama sertifikat tanah warisan?

Dari berbagai sumber, berikut ini langkah-langkahnya.

Mengurus sertifikat tanah dengan surat keterangan waris Untuk mengurus balik nama sertifikat tanah hasil waris, Anda harus menyiapkan dulu surat keterangan waris yang sah. 

Surat tanda bukti sebagai ahli waris ini bisa berupa Akta Keterangan Hak Waris, Surat Penetapan Ahli Waris atau Surat Keterangan Ahli Waris.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved